Lemahnya Harga Minyak Mentah Bahayakan Perdagangan Gula Akhir Pekan

121

(Vibiznews – Commodity) – Harga gula mentah di pasar komoditas New York ICE di akhir sesi perdagangan hari Kamis (6/12) yang ditutup pada Jumat pagi (7/12)  jatuh ke posisi terendah 1 minggu karena anjloknya mata uang real Brasil yang jatuh ke 2 bulan terhadap dolar.

Selain itu harga gula mendapat tekanan dari anjloknya harga minyak mentah yang menjadi  tekanan untuk harga etanol, yang dapat mendorong produsen gula Brasil untuk mengalihkan lebih banyak tebu ke arah produksi gula daripada etanol. Sebelumnya harga gula memang  sudah dalam posisi defensif oleh komentar Ketua Asosiasi Gula Yunnan China yang mengatakan bahwa China masih memiliki 6 MMT gula dalam cadangan pemerintah dan bahwa China tidak memiliki rencana untuk mengimpor lebih banyak gula, kecuali jika harganya menguntungkan.

Harga gula mentah akhir perdagangan bursa New York ditutup turun 0,08  atau  0,63% pada harga $ 12,64  per lb untuk kontrak berjangka Maret 2019. Demikian juga dengan harga gula putih kontrak Maret di bursa London  ditutup turun 1,90 atau 0,55% pada harga $341.60.

Untuk perdagangan selanjutnya hingga sesi Amerika malam nanti, analis Vibiz Research Center memperkirakan harga gula berpotensi lemah terus oleh posisi harga minyak mentah yang anjlok kembali.

Jul Allens/ Senior Analyst Vibiz Research Center-Vibiz Consulting Group
Editor: Asido Situmorang
SHARE
Previous articleAmbruknya Harga Cocoa ICE Tidak Berlanjut Terus
Next articleRekomendasi Harian EURUSD 7 Desember 2018
Jul Allens is Editor in Vibiznews.com and as Senior Commodity Researcher of Vibiz Research Center, that makes market analysis (fundamental & technical) and research of global commodities. Since 2004 he has also active as a national leadership trainer - Vibiz Learning Center

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here