Pasar Asia Bergerak Naik Ditengah Berita Penangkapan CFO Huawei

150

(Vibiznews – Index) – Saham di Asia sebagian besar bergerak lebih tinggi tetapi diperdagangkan secara hati-hati pada Jumat sore di tengah laporan yang menunjukkan Federal Reserve AS dapat mempertimbangkan tempo yang lebih lambat dari kenaikan suku bunga daripada yang sebelumnya diperkirakan.

Pasar saham di daratan China bergerak sedikit lebih tinggi pada akhir sesi pagi, karena komposit Shanghai naik demikian juga dengan komposit Shenzhen naik 0,117 persen.

Sementara itu, indeks Hang Seng di Hong Kong naik 0,27 persen. Dan indeks Nikkei 225 Jepang naik 0,47 persen dalam perdagangan sore. Indeks Topix pulih dari kerugian sebelumnya, karena telah naik 0,40 persen.

Saham Softbank, yang mengalami penurunan signifikan pada perdagangan hari sebelumnya, memperpanjang kerugiannya dengan turun sekitar 2,3 persen. Perusahaan ini sebelumnya telah mengumumkan bahwa tidak ada perubahan dalam pendapatannya dan perkiraan dividen setelah pada hari Kamis terjandi gangguan pada layanan mobile bankingnya.

Kospi, indeks Korea Selatan, naik hampir 0,3 persen, didorong oleh kenaikan saham pembuat chip, SK Hynix yang naik 1,67 persen.

ASX 200 di Australia naik 0,38 persen dalam perdagangan sore, dengan hampir semua sektor berada di wilayah positif. Indeks ini rebound dari penurunannya di hari Kamis, ketika indeks anjlok di tengah aksi jual yang lebih luas di kawasan Asia Pasifik.

Saham yang disebut bank-bank Big Four Australia sebagian besar menguat. Commonwealth Bank of Australia naik 0,90 persen sementara Westpac naik 0,12 persen sementara National Australia Bank naik sedikit. Australia and New Zealand Banking Group, di sisi lain, kehilangan keuntungan sebelumnya karena tergelincir 0,25 persen.

Dalam aksi pasar semalam di Wall Street, Dow Jones Industrial Average ditutup hanya 79,40 lebih rendah pada 24.947,67 setelah turun hampir 800 poin pada awal sesi. S & P 500 tergelincir 0,15 persen menjadi ditutup pada 2,695.95 sementara Nasdaq Composite pulih dari kerugian intraday untuk mengakhiri hari perdagangan 0,4 lebih tinggi pada 7.188,26.

Pemulihan yang terjadi di Wall Street dari posisi terendah terjadi setelah adanya laporan bahwa Fed dapat menaikkan suku bunga pada laju yang lebih lambat dari yang diperkirakan sebelumnya. The Wall Street Journal melaporkan pada hari Kamis bahwa bank sentral AS sedang mempertimbangkan apakah akan menandakan pendekatan wait-and-see untuk menilai kenaikan pada pertemuan mendatang di bulan Desember ini. Laporan itu mengatakan pejabat Fed tidak tahu apa langkah selanjutnya yang akan mereka ambil setelah bulan Desember.

Bagian dari penurunan luas saham Asia pada hari Kamis dikaitkan dengan berita penangkapan Huawei CFO Meng Wanzhou di Kanada. Penangkapan ini telah memukul saham teknologi di wilayah tersebut.

Investor juga akan mengawasi perkembangan apapun dalam kasus Meng – dia dikatakan akan menghadapi ekstradisi ke AS.

Penasihat Keamanan Nasional AS John Bolton mengatakan pada hari Kamis bahwa dia “tahu sebelumnya” tentang penangkapan tersebut, meskipun Presiden Donald Trump dilaporkan tidak tahu tentang rencana tersebut.

Huawei adalah salah satu pembuat ponsel terbesar di dunia dan perusahaan ini mendapat tekanan dari Washington. Perusahaan ini menghadapi pembatasan untuk menjual peralatan telekomunikasi di AS karena apa yang dikatakan pejabat Amerika sebagai masalah keamanan nasional.

Dalam sebuah surat kepada pemasok Kamis malam, Huawei mengatakan AS mencari ekstradisi Meng untuk “menghadapi tuduhan yang tidak ditentukan di Distrik Timur New York.”

Selain berpotensi memengaruhi ruang teknologi, penangkapan juga dapat berimplikasi pada perang perdagangan AS-China yang sedang berlangsung. Berita penangkapan Meng muncul setelah Trump dan Presiden China Xi Jinping setuju di akhir pekan lalu untuk menunda menerapkan tarif tambahan pada barang satu sama lain.

Menyusul pertemuan OPEC yang diawasi ketat di Wina pada Kamis, kartel itu dilaporkan setuju untuk mengurangi produksi minyak tetapi tidak menyebutkan secara spesifik jumlah barel yang akan dikurangi.

Selasti Panjaitan/VBN/Coordinating Partner of Wealth Planning Services
Editor : Asido Situmorang

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here