Harga Emas Naik Menyusul Lemahnya Data CPI AS

259

(Vibiznews-Commodity) Harga emas dan perak berjangka naik lumayan pada awal perdagangan sesi Amerika Serikat hari Rabu kemarin.

Harga emas naik dengan dolar AS terus turun menyusul rilis data CPI bulan November yang kurang mendukung dimana CPI inti, yang membuang biaya energi dan makanan yang volatil naik 0.2% sesuai dengan yang diperkirakan. Ekspektasi bahwa the Fed bisa menjadi kurang agresif dalam menaikkan tingkat bunga pada tahun depan dan keprihatinan atas outlook ekonomi AS, (perkembangan dari kurva imbal hasil yang bertolak belakang di AS kemungkinan menarik minat investor yang diperbaharui di dalam emas), membantu menguatkan metal dan membebani dolar AS.

Ada beberapa faktor yang bekerja mendukung pasar metal berharga minggu ini. Munculnya suatu permintaan “safe-haven” pada minggu ini, ditengah kekacauan Brexit dan berita-berita bagus mengenai pembicaraan perdagangan Amerika Serikat dengan Cina.

Postur grafik tehnikal bagi emas dan perak juga beralih menjadi lebih “bullish” belakangan ini. Emas berjangka bulan Februari terakhir diperdagangkan naik $3.70 per ons pada $1,250.80. Perak Comex bulan Maret naik $0.157 pada $14.785 per ons.

Data ekonomi AS yang baru saja dirilis pada minggu ini, Consumer Price Index (CPI) untuk bulan November, muncul tidak berubah dari bulan Oktober, yang sesuai dengan yang diperkirakan oleh pasar. Laporan inflasi AS baru-baru ini telah menunjukkan inflasi yang sangat lemah, setelah data yang dirilis pada awal tahun ini membangkitkan keprihatinan mengenai naiknya inflasi menjadi problematik. Pasar metal tidak bereaksi terhadap laporan ini.

Pasar saham dunia kebanyakan naik lebih tinggi semalam dengan para investor dan trader global memilih untuk fokus pada membaiknya prospek kesepakatan dagang AS dengan Cina, daripada ketidakpastian kepemimpinan di Inggris. Indeks saham AS mengarah lebih tinggi ketika pembukaan sesi New York dimulai. Perdagangan di dalam indeks saham AS telah menjadi volatil pada minggu ini, dengan banyak ahli pasar saham berharap hal ini merupakan suatu hal yang normal paling tidak untuk sementara waktu.

Negosiasi perdagangan AS dengan Cina saat ini sebegitu jauh telah memberikan hasil yang “tangible” menurut laporan yang datang dari kedua negara. Para pejabat dari kedua belah pihak nampaknya puas dengan kemajuan yang ada. Pasar menilai bahwa jika kedua negara dengan ekonomi terbesar sampai kepada kesepakatan di dalam perdagangan, efek yang tumpah akan menjadi positip bagi kebanyakan ekonomii dunia. Juga, metal berharga mendapatkan dukungan dengan laporan negosiasi perdagangan yang bagus karena pandangan permintaan dunia akan metal akan menjadi lebih baik yang disebabkan oleh membaiknya kondisi ekonomi jika kesepakatan perdagangan dicapai.

Arah naik akan berhadapan dengan “resistance” pertama di 1248 dan selanjutnya 1253 dan 1256. Arah sebaliknya akan berhadapan dengan “support” pertama di 1239 dan selanjutnya 1236 dan 1231.

Ricky Ferlianto/VBN/Head of III, Vibiz Consulting Group

Editor: Asido

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here