Emas Turun Terbatas Dengan Saham Mengalami Rally

176

(Vibiznews-Commodity) Emas turun pada hari Kamis kemarin dengan pasar saham naik untuk hari ketiga berturut-turut, tetapi metal kuning bertahan pada rentang ketat $6 menjelang pertemuan Federal Open Market Committee (FOMC) ketika bank sentral AS diperkirakan secara luas akan menaikkan tingkat bunga.

Emas spot melemah 0.3% menjadi $1,241.50 per ons pada 17:56 WIB, sementara emas berjangka AS turun 0.3% juga di $1,245.80 per ons.

Analis Mitsubishi Jonatan Butler mengatakan,”Minggu depan akan ada keputusan FOMC, dan hal ini sudah diperhitungkan dalam harga dengan sangat baik bahwa akan ada kenaikan tingkat bunga. Tetapi jika ternyata the Fed menahan kenaikan tingkat bunga karena meningkatnya inflasi dan keprihatinan akan makro ekonomi lainnya, emas bisa terdorong naik karenanya.”

Fokus investor adalah seberapa banyak lebih jauh Federal Reserve AS mungkin akan menaikkan tingkat bunganya tahun depan.

Kita kemungkinan akan mendapatkan lebih banyak petunjuk mengenai hal ini minggu depan pada saat FOMC bertemu. Namun kelihatannya the Fed sedang menyesuaikan diri dari kenaikan tingkat bunga yang lebih agresif, sebanyak tiga kali atau lebih, menjadi ke pendekatan yang bernada agak turun.

Tingkat bunga yang lebih tinggi akan membuat emas yang tidak memberikan imbal hasil apa-apa menjadi kurang menarik, dan cenderung menaikkan dolar AS yang dipakai dalam menghitung harga emas, sehinga membuat emas menjadi lebih mahal bagi para pemegang emas dengan matauang lainnya.

Sementara itu pasar saham mengalami rally karena tanda-tanda meredanya ketegangan perdagangan antara Amerika Serikat dengan Cina. Fawad Razagzada, seorang analis dari Forex.com mengatakan,”Dengan saham mengalami rebound pada minggu ini, kesukaan akan emas telah jatuh sedikit karena para trader melepaskan taruhan safe-haven mereka.”

Menurut para analis, arah pergerakan emas dalam jangka pendek akan ditentukan oleh pergerakan dolar AS, yang bisa mengalami tekanan jika the Fed mengambil pendekatan yang lebih berhati-hati

Razaqzada mengatakan,”Tembusnya emas diatas resistance $1,240 baru-baru ini berarti jalannya harga emas masih naik dan bisa terangkat jika dolar AS jatuh karena Fed bersikap dovish.”

Menurut para analis di ANZ di dalam catatannya, “Penurunan harga emas juga tertahan oleh berita bahwa Cina akan mengurangi tarif atas impor mobil AS, menaikkan harapan bahwa sektor ini akan terdorong naik oleh tambahan permintaan”.

Apabila berlanjut turun, emas akan bertemu dengan “support” terdekat di $1,239.95 yang apabila tertembus akan terbawa turun ke “support” berikutnya di $1,237.79. Gerakan naik sebaliknya akan berhadapan dengan “resistance” terdekat di $1,248.02 yang apabila tertembus akan bergerak naik ke $1,250.18 sebelum akhirnya mencapai $1,253.14.

Ricky Ferlianto/VBN/Head of III, Vibiz Consulting Group

Editor: Asido

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here