Indeks S&P 500 Ditutup Anjlok Ke Terendah Dalam 14 Bulan

274

(Vibiznews – Index) – Indeks utama Wall Street semua tergelincir lebih dari 2 persen pada hari Senin, dengan patokan S & P 500 ditutup pada level terendah dalam 14 bulan, di tengah kekhawatiran tentang perlambatan pertumbuhan ekonomi menjelang keputusan yang sangat diantisipasi dari Federal Reserve minggu ini.

S & P 500 mencapai terendah sejak Oktober 2017 untuk menembus terendah yang dicapai selama aksi jual pada Februari, setelah menghapus sekitar $ 3,4 triliun dari nilai pasar sejak akhir September. Indeks kecil Russell 2000 juga anjlok lebih dari 20 persen dari penutupan tertingginya di tanggal 31 Agustus lalu.

Peringatan akan turunnya profit dari peritel Inggris ASOS menimbulkan kekhawatiran tentang melemahnya kekuatan konsumen, meskipun data penjualan ritel AS yang kuat pada hari Jumat. National Association of Home Builders Housing Market Index mengindikasikan sentimen homebuilder jatuh ke titik terendah tiga setengah tahun.

S & P 500 secara singkat menghapus kerugiannya dalam perdagangan sore hari, tetapi indeks melanjutkan penurunan tajamnya setelah Jeffrey Gundlach, kepala eksekutif dari DoubleLine Capital, mengatakan bahwa saham AS berada di pasar yang kecendrungan turun panjang.

Hampir 2.000 saham di New York Stock Exchange dan Nasdaq mencapai posisi terendah 52 minggu, yang paling buruk dalam hampir tiga tahun. Hanya 40 saham yang dapat mencapai tertinggi baru.

Kekhawatiran tentang pelambatan sentimen konsumen mendorong turunnya saham konsumen discretionary S & P 500, yang jatuh 2,8 persen. Saham Amazon.com Inc turun 4,5 persen, menciptakan hambatan terbesar pada S & P 500 dan Nasdaq. Saham ritel menurun secara keseluruhan, dengan S & P 500 Retailing Index jatuh 3,4 persen.

Indikasi bahwa Fed akan memperlambat laju kenaikan suku bunga dapat menenangkan pasar, tetapi niat bank sentral AS tetap tidak jelas, kata Ryan Detrick, ahli strategi pasar senior di LPL Financial di Charlotte, North Carolina.

Indeks Dow Jones Industrial Average turun 507,53 poin, atau 2,11 persen, menjadi 23.592,98, S & P 500 kehilangan 54,01 poin, atau 2,08 persen, menjadi 2.545,94 dan Nasdaq Composite turun 156,93 poin, atau 2,27 persen, menjadi 6.753,73.

Saham perusahaan asuransi UnitedHealth Group Inc turun 2,6 persen setelah hakim federal pada akhir Jumat memutuskan bahwa Undang-Undang Perawatan yang Terjangkau, yang biasa dikenal sebagai Obamacare, adalah inkonstitusional. UnitedHealth adalah hambatan terbesar di Dow.

Saham Johnson & Johnson jatuh untuk sesi kedua berturut-turut setelah laporan Reuters bahwa perusahaan itu mengetahui selama beberapa dekade bahwa bubuk bayinya mengandung asbes. Saham J & J berakhir 2,9 persen lebih rendah.

Saham Goldman Sachs Group Inc turun 2,8 persen ke level terendah dalam dua tahun setelah Malaysia mengajukan tuntutan kriminal terhadap bank sehubungan dengan investigasi terhadap dugaan korupsi dan pencucian uang yang melibatkan dana kekayaan megaproyek 1MDB.

Saham Twitter Inc tergelincir 6,8 persen setelah perusahaan media sosial ini memperingatkan lalu lintas yang mencurigakan dari China dan Arab Saudi dan mengungkapkan masalah yang bisa membuka rahasia kode negara pada nomor telepon penggunanya.

Volume di bursa AS adalah 9.44 miliar saham, dibandingkan dengan rata-rata 8,01 miliar selama 20 hari perdagangan terakhir.

Selasti Panjaitan/VBN/Coordinating Partner of Wealth Planning Services
Editor : Asido Situmorang

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here