Emas Diperdagangkan Dibawah Tekanan Dengan Kembalinya Sentimen Pasar “Risk-On”

374

(Vibiznews-Commodity) Satu-dua kombinasi dari laporan pekerjaan yang kuat ditambah dengan pernyataan oleh Federal Reserve Gubernur Jerome Powell menghasilkan sentimen pasar yang berbalik 180 derajat dari sentimen “bearish” yang ekstrim menjadi sentimen “bullish” yang ekstrim dalam hal saham-saham AS.

Setelah Dow Jones Industrial Average mengalami penurunan sampai 600 poin, Dow mengalami pemulihan yang cepat dengan naik 746 poin dan ditutup di 23.433.16.

Jerome Powell, di dalam diskusi panel yang diadakan bersama-sama dengan Janet Yellen dan Ben Bernanke, mengatakan bahwa bank sentral akan “sabar” untuk melihat bagaimana ekonomi berevolusi dengan data ekonomi dan pasar memberikan signal yang bertentangan. Pernyataannya juga menunjukkan bahwa pasar telah memperhitungkan dalam harga resiko penurunan sebelum data keluar.

Pernyataan ini keluar berhubungan dengan laporan pekerjaan AS yang sangat kuat dan mantap yang menyatakan bahwa ada 312.000 pekerjaan ditambahkan pada bulan lalu. Angka ini jauh melebihi setiap perkiraan oleh para analis yang memperkirakan bahwa pertambahan pekerjaan baru pada bulan lalu sebanyak 182.000 pekerjaan.

Laporan pekerjaan tersebut dengan jelas menyatakan bahwa lingkungan ekonomi jauh lebih kuat daripada yang diantisipasikan dan kemungkinan Amerika Serikat bergerak mengalami resesi adalah jauh berkurang berdasarkan angka-angka yang dirilis oleh Departemen Pekerjaan pada hari ini.

Walaupun dolar AS sedikit melemah pada hari Jumat minggu lalu, dalam perdagangan emas dan perak menderita penurunan harga sebesar 0.12%. Harga emas mengalami penurunan terbesar di dalam dua minggu terakhir sebagai akibat dari angka yang kuat di dalam laporan pekerjaan ditambah dengan pernyataan Gubernur Powell.

Emas berjangka pada hari Jumat minggu lalu turun $8.10, dengan kontrak Comex yang paling aktif bulan Februari ditutup pada $1,286.70. Hal ini terjadi setelah mencapai titik perdagangan tertinggi sejak tanggal 15Juli tahun lalu, ketika dalam perdagangan “intraday” harga emas naik mencapai $1,300.40 per ons. Harga emas telah berada pada trend naik yang kokoh sejak awal bulan Desember tahun lalu.

Apabila kembali naik maka harga emas akan berhadapan dengan “resistance” terdekat di $1,298.88 yang apabila berhasil dilewati akan menuju $1,302.99 dan 1,311.21. Sebaliknya apabila turun maka harga emas akan berhadapan dengan “support” terdekat di $1,286.55 yang apabila tertembus akan menuju $1,278.33 dan $1,274.22.

Ricky Ferlianto/VBN/Managing Partner  Vibiz Consulting Group

Editor: Asido

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here