Amazon kalahkan Microsoft jadi perusahaan paling berharga di dunia

353

Senin lalu, Amazon berhasil melewati Microsoft sebagai perusahaan publik yang paling berharga di dunia. Dengan nilai perusahaan sebesar USD 796.8 milyar, Amazon melampaui Microsoft dan Apple, dimana nilai perusahaan Microsoft sendiri ialah USD 783.4 milyar.

Amazon sendiri adalah perusahaan yang berawal dari toko buku online, namun pada saat ini merambah begitu banyak lahan baru yang hampir semuanya ada di bisnis high-tech industry, seperti Amazon Prime Videos yang menayangkan tayangan film-film pilihan seperti Netflix, Amazon Web Service yang menawarkan teknologi cloud computing, penyewaan server serta manajemen aset-aset IT, Alexa, dan banyak hal-hal lainnya. Untuk berjualan di online sendiri, Amazon juga sudah tidak menjual buku saja, namun juga banyak hal lain, seperti furniture, pakaian, perhiasan, asesoris mobil, dan banyak hal lainnya.

Adapun hal-hal yang masih menarik untuk diperhatikan di Amazon, serta perkembangannya di depan, adalah hal-hal berikut:

Cloud Computing

Dari seluruh cloud computing di dunia, Amazon dengan AWS (Amazon Web Service) menguasai 40 persen dari seluruh cloud computing yang ada di dunia. Sejak diluncurkan, AWS memang memiliki daya saing yang kuat, karena memiliki teknologi scaling yang sangat mudah dengan investasi yang sangat rendah, bila dibandingkan dengan cloud-cloud computing lainnya. Dari sisi perusahaan, memiliki teknologi yang dapat dengan mudah di upscale maupun di downscale, tanpa melakukan banyak investasi, merupakan alternatif pilihan yang sangat menarik.

Bagi developer IT sendiri, AWS memiliki daya tarik yang sangat besar karena integrasi antara tools yang begitu baik dan begitu lengkap. Hal ini yang juga mendorong tingginya penerimaan AWS di kalangan perusahaan, sehingga membuat AWS sangat dominan, apalagi dengan terkuaknya berita bahwa AWS merupakan salah satu andalan Departemen Pertahanan Amerika Serikat, yang menunjukkan betapa baiknya AWS sehingga bisa terpilih demikian.

Penjualan E-Commerce

Penjualan melalui E-Commerce masih sangat dominan di Amerika Serikat, dan Amazon merupakan salah satu pemain besar dalam bidang E-Commerce di Amerika Serikat. 90 persen dari penerimaan Amazon masih berasal dari bidang E-Commerce, dan lebih dari 50 persen daripada penjualan ritel E-Commerce di Amerika Serikat menggunakan Amazon.

Di sisi lain, dari sisi jumlah penjualan barang ritel, baik secara offlline maupun online, Amazon hanya menguasai 5% dari seluruh penjualan di Amerika Serikat, menunjukkan bahwa masih tingginya potensi pertumbuhan bagi Amazon sendiri di sektor ini.

Tidak banyaknya skandal perusahaan

Amazon terkenal karena tidak banyaknya skandal perusahaan yang terjadi padanya. Berbeda dengan Facebook yang banyak ditimpa skandal selama pemilihan umum di AS, Amazon tidak terpengaruh dengan banyaknya skandal. Selama masa perang dagang dengan China, Amazon juga tidak banyak terpengaruh karena Amazon tidak banyak mengandalkan supplier dari China, yang sangat berbeda dengan Apple yang memiliki banyak kepentingan dagang di China.

Amazon juga mengandalkan customer base di Amerika Serikat, yang sangat berbeda dengan Apple maupun Facebook yang memiliki customer di seluruh dunia, sehingga sangat mengurangi dampak perang dagang yang digadang-gadang oleh presiden AS saat ini, Donald Trump. Amazon juga tidak memiliki kapabilitas manufaktur, melainkan hanya memiliki pusat distribusi, yang tentu membuat Amazon lebih tidak rentan terhadap tekanan perang dagang yang saat ini terus menguat.

 

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here