Harga Kakao Berjangka Awal Pekan Naik Oleh Kekhawatiran Panen di Afrika Barat

181

(Vibiznews – Commodity) – Harga  kakao atau biji cokelat dunia  awal pekan yang berakhir hari Selasa (08/01)  yang dijual pasar komoditas internasional berjangka alami kenaikan baik di ICE New York dan juga ICE London rebound. Harga kakao di New York naik tinggi di bawah  tertinggi 5-1/2 bulan yang dicapai minggu lalu.

Harga kakao bergerak lebih tinggi di tengah kekhawatiran panen di Afrika Barat, dimana Radiant Solutions mengatakan pertumbuhan panen pertengahan akan minimal untuk tanaman kakao karena kondisi cuaca di seluruh Pantai Gading dan Ghana telah sangat kering.

Kenaikan harga kakao mungkin dibatasi oleh prospek produksi kakao global yang kuat, dimana data hari Senin dari Pantai Gading, produsen kakao terbesar di dunia, menunjukkan bahwa petani Pantai Gading mengirim 1.059 MMT kakao ke pelabuhan selama 1 Oktober-6 Januari, naik + 9,2% dari waktu yang sama tahun lalu.

Namun, Dewan Kakao Ghana melaporkan bahwa pembelian kakao dari petani kakao Ghana mencapai 410.319 MT selama sebelas minggu pertama panen mulai 5 Oktober – 21 Des, turun -5,7% y / y. Inventarisasi kakao yang dipantau oleh ICE telah turun secara mantap selama 7 bulan terakhir dan turun ke level terendah 1-3/4 tahun di 3,319 juta kantong pada 26 Desember. Harga kakao terus mendapat dukungan dari ketatnya persediaan.

Harga kakao berjangka untuk kontrak paling ramai yaitu bulan Maret di ICE New York  naik  49  atau 2.08 persen  pada posisi $2.410 per ton. Untuk harga kakao di bursa London ditutup naik  22  atau 1.28 persen  pada posisi  1,746 pound per ton.

Untuk perdagangan selanjutnya harga kakao berjangka  yang diperdagangkan di bursa New York malam nanti diperkirakan naik kembali oleh sentimen pasokan cocoa di Pantai Gading.

Jul Allens/ Senior Analyst Vibiz Research Center-Vibiz Consulting Group
Editor: Asido Situmorang

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here