Target Lelang Sukuk Negara Hari Ini 8 Triliun Rupiah

348

(Vibiznews – Bonds & Mutual Fund)  Pada perdagangan hari ini, Selasa (8/1)Pemerintah membuka lelang Surat Berharga Syariah Negara (SBSN) atau sukuk negara, dimulai pukul 10.00 WIB dan ditutup pukul 12.00 WIB. Dalam lelang kali ini, pemerintah menargetkan penerbitan sukuk negara sebesar Rp 8 triliun. Seri SBSN yang akan dilelang adalah seri SPN-S (Surat Perbendaharaan Negara – Syariah) dan PBS (Project Based Sukuk) untuk memenuhi sebagian dari target pembiayaan dalam APBN 2019. Berikut pokok-pokok terms & conditions SBSN yang akan dilelang:

Terms & Conditions Seri Surat Berharga Syariah Negara
SPN-S 09072019
(new issuance)
PBS014
(reopening)
PBS019
(reopening)
PBS021
(reopening)
PBS022
(new issuance)
Tanggal Jatuh Tempo 9 Juli 2019 15 Mei 2021 15 September 2023 15 November 2026 15 April 2034
Imbalan Diskonto 6,50000% 8,25000% 8,50000% Fixed rate
Underlying Asset Proyek/Kegiatan dalam APBN tahun 2019 dan Barang Milik Negara
Tanggal Lelang 8 Januari 2019
Tanggal Setelmen 10 Januari 2019
Alokasi Pembelian Non-kompetitif 50% dari jumlah yang dimenangkan 30% dari jumlah yang dimenangkan
Target Indikatif Rp8.000.000.000.000,00
Peserta Lelang Bank: (1) PT. Bank Mandiri (Persero), Tbk (2) PT. Bank Rakyat Indonesia (Persero), Tbk (3) PT. Bank Negara Indonesia (Persero), Tbk (4) PT. Bank Permata, Tbk (5) PT. Bank Panin, Tbk (6) PT. Bank HSBC Indonesia (7) PT. Bank OCBC NISP, Tbk (8) Standard Chartered Bank (9) PT. Bank CIMB Niaga, Tbk (10) PT. Bank Maybank Indonesia, Tbk (11) Citibank N.A (12) PT. Bank Negara Indonesia Syariah (13) PT. Bank Central Asia, Tbk (14) Deutsche Bank AG (15) PT. Bank BNP Paribas Indonesia (16) PT. Bank Syariah Mandiri (17) PT. Bank BRISyariah, Tbk
Perusahaan Efek: (1) PT. Danareksa Sekuritas (2) PT. Mandiri Sekuritas (3) PT. Trimegah Sekuritas Indonesia, Tbk (4) PT. Bahana Securities

Lelang SBSN akan dilaksanakan dengan menggunakan sistem pelelangan yang diselenggarakan oleh Bank Indonesia sebagai Agen Lelang SBSN. Lelang bersifat terbuka (open auction) dan menggunakan metode harga beragam (multiple price). Pada prinsipnya, semua pihak, baik investor individu maupun institusi, dapat menyampaikan penawaran pembelian (bids) dalam lelang. Namun dalam pelaksanaannya, penyampaian penawaran pembelian harus melalui Peserta Lelang yang telah mendapat persetujuan dari Kementerian Keuangan.

Pemenang lelang yang mengajukan penawaran pembelian kompetitif akan membayar sesuai dengan yield yang diajukan. Pemenang lelang yang mengajukan penawaran pembelian non-kompetitif akan membayar sesuai dengan yield rata-rata tertimbang (weighted average yield) dari penawaran pembelian kompetitif yang dinyatakan menang. Pemerintah memiliki hak untuk menjual seri-seri SBSN tersebut lebih besar atau lebih kecil dari target indikatif yang ditentukan.

Setelmen akan dilaksanakan pada tanggal 10 Januari 2019 atau 2 hari kerja setelah tanggal pelaksanaan lelang (T+2). Ketentuan mengenai pelaksanaan lelang termasuk penghitungan nilai setelmen diatur dalam Peraturan Menteri Keuangan nomor 05/PMK.08/2012 tentang Penerbitan dan Penjualan Surat Berharga Syariah Negara di Pasar Perdana Dalam Negeri Dengan Cara Lelang sebagaimana telah diubah dengan Peraturan Menteri Keuangan Nomor 20/PMK.08/2017.

Para analis memperkirakan, jumlah penawaran yang masuk pada lelang hari ini berkisar antara Rp 25 triliun—Rp 35 triliun. Jumlah penawaran terbesar masih akan didapati oleh surat perbendaharaan negara serta PBS014.

Proyeksi tingkat imbal hasil yang akan dimenangkan pada lelang hari ini sebagai berikut:

Surat Perbendaharaan Negara seri SPN-S 09072019 berkisar antara 6,72%-6,81%;
Project Based Sukuk seri PBS014 berkisar antara 7,75%-7,84%;
Project Based Sukuk seri PBS019 berkisar antara 8,09%-8,19%;
Project Based Sukuk seri PBS021 berkisar antara 8,22%-8,31%; dan
Project Based Sukuk seri PBS022 berkisar antara 8,40%-8,50% dengan tingkat imbalan sebesar 8,37%

Sebagai informasi, pada tahun ini pemerintah menargetkan penerbitan bersih surat berharga negara (SBN) senilai Rp 389 triliun. Khusus di kuartal pertama, pemerintah menargetkan penerbitan SBN melalui lelang senilai Rp 185 triliun dari 7 kali lelang surat utang negara dan 6 kali sukuk negara.

 

Belinda Kosasih/Coordinating Partner of Banking Business Services/Vibiz Consulting

Editor: Asido Situmorang

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here