Ekonomi Global 2019 Diperkirakan Melambat ke 2,9%, Menurut Bank Dunia

185

(Vibiznews – Economy) – Pertumbuhan ekonomi global diperkirakan akan melambat menjadi 2,9 persen pada 2019, dibandingkan dengan 3 persen pada 2018, demikian Bank Dunia (World Bank) menyebutkan dalam rilis laporan terakhirnya, Selasa lalu, dengan menyorot adanya peningkatan tensi perdagangan dan perdagangan internasional yang mengalami moderasi.

“Pada awal tahun 2018 ekonomi global nampak cemerlang di semua silinder, tetapi di sepanjang tahun telah kehilangan kecepatannya dan perjalanan ini bisa semakin memburuk di tahun mendatang,” kata Kepala Eksekutif Bank Dunia Kristalina Georgieva dalam laporan semi-annual “Global Economic Prospect”, yang dikutip Reuters hari ini (9/01).

Outlook Bank Dunia ini dirilis sementara Amerika Serikat dan China telah terlibat dalam perselisihan perdagangan yang pahit, yang menyentak pasar keuangan seluruh dunia selama berbulan-bulan. Kedua ekonomi telah saling memberlakukan tariff pada produk masing-masing, meskipun ada tanda kemajuan pada Selasa ini ketika kedua negara memasuki hari ketiga negosiasi mereka di Beijing.

Disebutkan bahwa pertumbuhan ekonomi di Amerika Serikat kemungkinan akan melambat menjadi 2,5 persen tahun ini dari 2,9 persen pada 2018, sementara China diperkirakan tumbuh 6,2 persen di 2019 dibandingkan dengan 6,5 persen pada 2018, demikian menurut Bank Dunia.

Sementara itu, ekonomi dari emerging market (pasar negara berkembang) diperkirakan tumbuh 4,2 persen tahun ini, sedangkan ekonomi kelompok negara maju diperkirakan tumbuh pada 2 persen, Bank Dunia menyebutkannya dalam laporan tersebut.

 

Analis Vibiznews melihat bahwa memang semakin bertambah outlook lembaga internasional yang menyebutkan pelambatan pertumbuhan ekonomi global di tahun 2019. Isyu ini semakin memperkuat prediksi pelaku pasar modal dan investasi bahwa siklus pengetatan kebijakan moneter secara global akan melambat di tahun ini, bahkan mungkin juga mengalami jeda (pause). Sangat boleh jadi ini juga akan berpengaruh pada Bank Indonesia dalam meneruskan kebijakan moneter ketatnya.

Di sisi lain, di tengah tekanan eksternal yang kuat berupa melambatnya ekonomi global, kalau ekonomi Indonesia dapat bertahan stabil dalam beberapa tahun terakhir, dan mungkin juga masih stabil di sekitar 5,1 – 5,2 persen pada tahun 2019, tidak terbawa arus spiral ke bawah (spiral downward), itu tetap merupakan prestasi yang patut diapresiasi kepada pemerintahan Presiden Jokowi serta duet piawai dari Menko Darmin Nasution dan Menkeu terbaik di dunia Sri Muljani.

 

Alfred Pakasi/VBN/MP Vibiz Consulting Group

Editor: Asido

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here