Beli Kopi Arabika di New York Sedang Murah Karena Real Brasil

513

(Vibiznews – Commodity) – Perdagangan kopi Arabika yang diperdagangkan di bursa komoditas ICE New York masuki hari kedua alami profit taking  setelah sebelumnya mencapai posisi tinggi dalam 3 pekan. Harga kopi yang terpantau pada perdagangan terakhir pekan ini pada hari Jumat (11/01) bergerak negatif oleh sentimen anjloknya mata uang Real Brasil.

Real Brasil terpantau melemah masuki hari kedua terhadap dolar AS sehingga dapat meningkatkan ekspor kopi. Selain itu juga Organisasi Kopi Internasional (ICO) memperkirakan surplus kopi global 2018/19 sebesar 2,29 juta kantong dan mengatakan surplus tahun kedua akan menekan harga kopi selama beberapa bulan ke depan. Kemudian berdasarkan laporan ICE, persediaan kopi dunia menyamai tinggi 4-1/4 tahun dari 2,463 juta kantong yang diposting pada 20 Desember lalu.

Harga kopi Arabika menguat dikarenakan  penguatan mata uang Real Brasil terhadap dolar yang  menghambat ekspor oleh produsen kopi Brasil. Faktor pendukung lain yang mengangkat harga kopi adalah kekhawatiran tanaman kopi di Brasil oleh prakiraan cuaca setempat.

Sebaliknya harga kopi Robusta bangkit dari level terendah 1 minggu setelah Bea Cukai Vietnam melaporkan Vietnam Deca robusta ekspor kopi adalah 153.906 MT, turun -6,1% y/y.

Harga kopi arabika untuk kontrak paling besar yaitu Maret 2019 bursa New York sedang bergerak turun   1,25 atau 1,01% pada posisi $103,25 per lb.  Namun untuk harga kopi robusta kontrak bulan Januari  turun  21  atau 1,45%  pada posisi  $ 1536 per ton.

Perdagangan sebelumnya harga kopi sempat naik ke posisi tertinggi hampir 1 bulan dipicu oleh laporan Somar Meteorologia memperkirakan suhu 90 derajat dengan kemungkinan hujan terbatas hingga akhir bulan di Minas Gerais, wilayah penanaman kopi arabika terbesar di Brasil, sehingga mempengaruhi panen tanaman kopi.

Untuk perdagangan selanjutnya hingga akhir sesi Amerika esok hari, analis Vibiz Research Center memperkirakan harga kopi arabika secara teknikal masih diposisi yang bearish.

Jul Allens/ Senior Analyst Vibiz Research Center-Vibiz Consulting Group
Editor: Asido Situmorang

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here