Dana Asing Menyerbu Pasar Uang dan Modal, IHSG di 9 Bulan Tertingginya

854

(Vibiznews – Economy) – Pasar uang dan pasar modal Indonesia mengawali tahun 2019 dengan cerah. Rupiah terhadap dollar AS terpantau menutup pekan ini dengan menguat ke Rp14.045. Secara mingguan rupiah telah menguat 1,58%, dan bahkan secara year to date (ytd), yakni kinerja dari sejak awal tahun sampai saat ini, rupiah telah menguat 2,94%. Hampir 3%, yang membuat Goldman Sachs Group Inc menyebut rupiah sebagai mata uang terkuat di Asia pada tahun 2019 ini.

Sementara itu, di pasar modal, IHSG kembali membukukan gain di akhir minggu ini di level 6.361,465, suatu kenaikan mingguan sebesar 1,39%. Secara ytd, IHSG telah menanjak 2,70%, bertengger di 9 bulan terkuatnya.

Deputi Gubernur Bank Indonesia (BI) Dody Budi Waluyo juga menyatakan hari ini kepada media (11/01) dana asing masih mengalir deras di awal tahun ini. Sampai dengan minggu pertama Januari, aliran dana masuk mencapai Rp 6,8 triliun melalui instrumen Surat Berharga Negara (SBN), saham, obligasi korporasi dan SBN Syariah.

Ditambahkannya, meksipun dari sisi eksternal terdapat sentimen positif dari hasil negosiasi perang dagang, di sisi lain masih terdapat beberapa faktor eksernal yang mungkin akan membayangi kinerja rupiah ke depan, yaitu ketidakpastian di pasar keuangan global. Negara-negara di kawasan Eropa diperkirakan masih akan mengoreksi pertumbuhan ekonomi mereka tahun ini. Selain Eropa, negara kawasan Asia seperti Jepang dan China juga mengoreksi laju pertumbuhan ekonominya bias ke bawah.

Analis Vibiznews melihat khususnya untuk pergerakan IHSG kali ini tertopang lagi dorongan pembelian investor asing yang deras, sebagai bagian dari dana asing Rp6,8 triliun yang disebut BI itu, ditambah lagi sentimen positif  bursa regional Asia yang umumnya hijau menyusul Wall Street yang bertahan menanjak dalam lima hari terakhir. Pada akhir pekan ini sekitar Rp812 miliar dana asing telah masuk ke bursa.

Secara teknikal untuk IHSG, resistance mingguan ke depan saat ini berada di level 6.380 dan 6.500. Sedangkan bila menemui tekanan jual di level ini, support-nya ke level 6.262, dan bila tembus ke level 6.164. Sementara untuk rupiah, kisaran seminggu nanti dalam range di Rp13995 – Rp14380 terhadap dollar AS.

 

Alfred Pakasi/VBN/MP Vibiz Consulting Group

Editor: Asido

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here