Kekuatan Dolar AS Akhir Pekan di Asia Melempem

287

(Vibiznews – Forex) – Melihat pergerakan pasar forex pertengahan sesi Asia hari Jumat (11/01), posisi dolar AS sangat lemah terhadap rival-rival utamanya yang dipengaruhi ekspektasi Federal Reserve AS dapat menahan pengetatan moneter jika ekonomi melambat tahun ini.

Ketua Fed Jerome Powell menegaskan  bahwa bank sentral AS memiliki kemampuan untuk bersabar pada kebijakan moneter mengingat inflasi tetap stabil. Karenanya pasar sekarang memposisikan dolar tanpa kenaikan suku bunga lebih lanjut oleh Fed tahun ini. Wakil Ketua Fed Richard Clarida juga menyampaikan nada yang sama untuk tetap bersabar pada masalah kenaikan suku bunga.

Sekalipun perdagangan saham sedang menguat namun pelaku pasar masih berhati-hati karena  kurangnya detail konkret dari pertemuan Amerika Serikat dan Cina atas setiap kemajuan yang dibuat  setelah pertemuan tiga hari di Beijing.

Jika kesepakatan perdagangan AS-China ada perkembangan lebih lanjut akan memberikan kekuatan tambahan bagi mata uang berisiko tinggi seperti dolar Australia dan dolar Selandia Baru.

Indeks dolar yang menunjukkan kekuatan dolar AS terhadap banyak rival utamanya kini berada di posisi 95.37 atau lebih rendah 0,17 persen dari perdagangan sebelumnya. Awal sesi Asia indeks dibuka pada posisi 95.55 dan sempat mencapai posisi tinggi di 95.56.

Terhadap beberapa rival utamanya, dolar melemah terhadap yen Jepang 0,14 persen, terhadap euro turun 0,22 persen, terhadap poundsterling melemah 0,09 persen dan terhadap aussie turun 0,21 persen.  Indeks dolar telah turun sekitar 2,2 persen sejak pertengahan Desember di tengah ekspektasi bahwa perlambatan pertumbuhan, baik di Amerika Serikat maupun global yang membatasi The Fed untuk menaikkan suku bunga pada 2019.

 

Jul Allens/ Senior Analyst Vibiz Research Center-Vibiz Consulting Group
Editor: Asido Situmorang 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here