Dolar AS di Asia Hanya Menguat Terhadap Yen Jepang

201

(Vibiznews – Forex) – Kondisi dolar AS setelah alami kekalahan terhadap banyak rival utamanya pada perdagangan awal pekan yang berakhir Selasa pagi  (15/01), sempat rebound pada awal sesi Asia dan kini bergerak negatif kembali melanjutkan sentimen perdagangan sebelumnya.

Perdagangan sebelumnya dolar AS tertekan kuat oleh safe haven yen Jepang pasca lemahnya sentimen perdagangan aset resiko. Namun kini dolar banyak ditekan oleh kuatnya mata uang poundsterling yang menerima sentimen dari pidato hawkish PM Inggris Theresa May.

Faktor bearish yang menekan dolar pada perdagangan sebelumnya  yaitu laporan buruknya data perdagangan China periode Desember tahun 2018 yang dilaporkan pemerintah Tiongkok kemarin sehinga memberikan kekhawatiran akan pertumbuhan ekonomi negara terbesar kedua dunia tersebut. Selain itu masih ditutupnya operasional pemerintah Amerika Serikat masuki pekan keempat dengan tidak ada tanda akan dibuka kembali oleh Presiden Donald Trump yang bersitegang dengan partai Demokrat.

Indeks dolar yang menunjukkan kekuatan dolar AS terhadap banyak rival utamanya kini berada di posisi 95.53 atau lebih rendah 0,09 persen dari perdagangan sebelumnya. Awal sesi Asia indeks dibuka pada posisi 95.58 dan sempat mencapai posisi tinggi di 95.61 dan posisi rendah di 95.47.

Terhadap beberapa rival utamanya, dolar menguat  terhadap yen Jepang 0,33 persen, terhadap euro melemah 0,09 persen, terhadap poundsterling melemah 0,28 persen dan terhadap aussie menguat 0,26 persen.

Jul Allens/ Senior Analyst Vibiz Research Center-Vibiz Consulting Group
Editor: Asido Situmorang 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here