Arah Harga Emas Jangka Pendek Turun?

427

(Vibiznews-Column) Optimisme investor yang membaik sedang meningkat dengan AS dan Cina nampaknya bergerak lebih dekat untuk memecahkan pertengkaran perdagangan mereka, yang bisa membebani harga emas di dalam jangka pendek, demikian menurut sebagian analis.

Rally selama empat hari di pasar saham sedang melindas emas dengan metal kuning ini kelihatannya akan mengakhiri kemenangan selama empat minggu. Emas berjangka bulan Februari terakhir diperdagangkan pada $1,282.8 per ons, turun 0.5% sejak minggu lalu.

Sentimen dari investor di dalam pasar metal berharga diperkirakan tidak berubah pada minggu ini. Pasar tutup pada hari Senin sebagai peringatan dari hari Martin Luther King Jr.

Emas telah berjuang untuk mendapatkan momentum sampai ke akhir minggu lalu setelah berita-berita bahwa Cina telah menawarkan untuk mendorong impornya selama enam tahun yang akan datang. Kesepakatan ini, yang bernilai $ 1 triliun bertujuan untuk mengurangi defisit perdagangan AS dengan Cina sampai Nol, demikian dilaporkan.

Chris Vecchio, analis pasar senior pada DailyFX.com mengatakan,”AS dan Cina bisa jadi telah lebih dekat dengan kesepakatan perdagangan daripada yang pasar pikirkan dan hal itu memberikan semacam kelegaan bagi para investor. Di dalam jangka pendek, kita bisa melihat saham-saham, dolar AS dan imbal hasil obligasi pada bernaikan dalam jangka pendek, yang semuanya berarti negatif bagi emas di jangka pendek.”

Meskipun secara jangka pendek outlook kelihatannya “bearish”, Vecchio mengatakan masih ada potensi bagi metal kuning dalam jangka panjang, dan dia akan memperhatikan “support” kritikal di $1,276.50 per ons dengan sangat  hati-hati.

Dia mengatakan,”Jika emas turun dan kita melihat sebagian pembeli yang benar-benar kuat datang, maka hal itu akan menjadi suatu tanda bahwa pasar tidak siap untuk untuk berbalik dan kelemahan ini bisa jadi hanya merupakan koreksi jangka pendek diatas tren naik yang lebih besar lagi.”

Vecchio mengatakan bahwa emas masih kelihatan bagus sebagai “safe-haven” asset karena ada banyak ketidak pastian yang berputar di seluruh pasar keuangan. Bahkan apabila AS berhasil membuat kesepakatan perdagangan dengan Cina, masih harus menghadapi resiko pertumbuhan ekonomi yang melambat.

Emas Masih Melakukan Apa Yang Diharapkan

Ole Hansen, kepala strategi komditi di Saxo Bank mengatakan bahwa dia memperkirakan harga emas di dalam jangka pendek akan turun namun masih dalam tren “bullish” secara jangka panjang. Dia menambahkan masih belum pasti apakah pemulihan di pasar saham hanyalah suatu gertakan saja.

Dia menambahkan bahwa emas masih memegang kekuatannya di dalam lingkungan meningkatnya pasar saham dan bertumbuhnya momentum dolar AS. Dia menyoroti bahwa meskipun ada tekanan jual, namun emas masih berada pada rentang bulanannya.

Dunia masih berada pada tempat yang tidak pasti dan kita bisa melihat masih ada permintaan yang kuat untuk asset “safe-haven”. Alasan untuk memegang emas masih belum berubah. Namun, emas masih melakukan apa yang diharapkan sebagai lindung nilai: Emas sedang menarik nafas pada saat “asset-classes” yang lainnya mengalami rally.

Hansen mengatakan bahwa dalam jangka pendek dia melihat emas bisa jatuh sampai $1,245 per ons dan bahkan harga emas bisa jatuh lebih rendah lagi namun tetap berada pada tren naik secara jangka panjang.

Bill Baruch, Presiden dari Blue Line Futures, mengatakan bahwa dia melihat emas akan terus melemah namun pasar emas masih berada pada koreksi yang sangat sehat.

Walaupun Baruch memperkirakan harga emas masih akan turun di dalam jangka pendek, dia tetap memandang emas “bullish” secara jangka panjang. Dia mengatakan bahwa dia menantikan untuk membeli emas di dalam rentang harga antara $1,262 dan $`1,282 per ons.

Penutupan Operasi Pemerintah AS Menyentuh Satu Bulan

Minggu ini penutupan operasi pemerintah AS menyentuh satu bulan dan menurut para ahli politik, tidak ada penyelesaian di depan mata dengan satu juta pekerja pemerintah mengalami cuti tanpa bayar.

Para ekonom mencatat bahwa makin lama penutupan berlangsung, makin signifikan pengaruhnya terhadap ekonomi AS.

Avery Shenfeld, ekonom senior di CIBC mengatakan,”Perkiraan kasar kami adalah jika hal ini berlangsung sampai akhir bulan Januari, pertumbuhan GDP tahunan untuk kuartal pertama akan melemah 0.5%. Apabila lanjut sampai bulan Maret, gangguan ini akan mulai mempengaruhi pergerakan barang-barang dan orang-orang, fungsi regulator kunci dan sebagainya dan pertumbuhan ekonomi AS bisa berakhir mendekati Nol, itulah sebabnya penutupan operasi pemerintah selama itu kelihatannya tidak mungkin.”

Wall Street & Main Street

Para anali di Wall Street terbagi tiga dalam memprediksi arah harga emas jangka pendek, namun Main Street tetap “bullish” menurut survey emas dari Kitco News.

Dari 18 profesional pasar yang mengambil bagian di dalam survey Wall Street, 16 suara atau 33% masing-masing memperkirakan harga emas naik, turun dan netral.

Sementara dari 440 responden yang mengambil bagian di dalam polling Main Street, 225 suara atau 58% memperkirakan emas masih akan naik. 94 atau 21% memperkirakan harga emas akan turun, sisanya 91 atau 21% memperkirakan pasar akan “sideways”.

Adrian Day, CEO dari Adrian Day Asset Management mengatakan bahwa ada faktor-faktor yang memukul emas namun harga emas masih bisa naik karena latarbelakang fundamental secara keseluruhan masih bagus.

Pada level ini, emas rentan dengan setiap berita baik mengenai penutupan operasi pemerintah AS dan perdagangan dengan Cina. Emas juga harus bisa mengatasi level psikologis yang penting di $1,300 lebih dari satu kali sebelum bisa menembusnya. Dan terakhir, momentum telah melambat selama lebih dari 10 hari dimana pasar saham telah pulih. Namun, fundamental tetaplah “bullish” dan resiko kelihatannya meningkat dengan hanya sedikit kemajuan dari penutupan operasi pemerintah AS atau Brexit atau perdagangan dengan Cina atau keadaan di Itali.

Bill Baruch, Presiden dari Blue Line Futures, adalah diantara professional yang memandang emas akan turun dalam jangka pendek dan mengatakan dia menyambut turunnya harga emas karena merupakan koreksi yang sehat.

Nicholas Frappell, general manager global di ABC Bullion, memandang emas akan tetap berada pada rentang harga belakangan ini dengan nada yang datar.

Colin Cieszynnski, kepala strategi pasar di SIA Wealth Management  berpandangan netral. Emas telah mulai naik ke “resistance’ dekat $1,300 dan nampaknya tertahan diantara level tersebut dengan $1,280 dengan “support” lebih jauh berada di dekat $1,265.

Ricky Ferlianto/VBN/Managing Partner  Vibiz Consulting Group

Editor: Asido

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here