Market Outlook, 28 January – 1 February 2019

990

(Vibiznews – Editor’s Note) – Minggu lalu pasar modal di Indonesia bergerak menguat didukung sentimen positif yang berhembus dari bursa kawasan Asia dan global yang menanjak seminggu ini meskipun di akhir minggu muncul berita ketidakpastian hasil negosiasi dagang AS – China. Secara mingguan IHSG ditutup menguat 0.54% ke level 6,482.843, mencatat posisi 10 bulan tertingginya. Untuk minggu berikutnya (28 Januari – 1 Februari  2019), IHSG terlihat masih tetap bertenaga untuk lanjutkan garis uptrend, namun sejenak akan dihadang aksi profit taking, dengan tetap mengacu kepada fundamental bursa kawasan. Secara mingguan, IHSG berada antara resistance level di 6500 dan kemudian 6630, sedangkan support level di posisi 6302 dan kemudian 6262.

Mata uang rupiah secara mingguan menguat 0.56% ke level Rp14,185, sementara dollar di pasar global terpeleset setelah para trader beralih fokus ke pertemuan the Fed berikut ini. Kurs USD/IDR pada minggu mendatang diperkirakan berada dalam range antara resistance di level 14,230 dan 14,488, sementara support di level Rp13,990 dan Rp13,943.

Untuk indikator ekonomi global, pada pekan mendatang ini akan diwarnai sejumlah data ekonomi penting. Secara umum sejumlah agenda rilis data ekonomi global yang kiranya perlu diperhatikan investor minggu ini, adalah:

  • Dari kawasan Amerika: berupa rilis data Existing Home Sales pada Selasa malam; disambung dengan rilis Flash Manufacturing PMI dan Crude Oil Inventories pada Kamis malam ; berikutnya data Prelim UoM Consumer Sentiment pada Jumat malam.
  • Dari kawasan Eropa dan Inggris: berupa rilis data Average Earnings Index 3m/y dan German ZEW Economic Sentiment pada Selasa sore; diikuti dengan pengumuman Main Refinancing Rate dari ECB pada Kamis sore yang diperkirakan bertahan di level rendah 0.00%; diakhiri dengan rilis German Ifo Business Climate pada Jumat sore.
  • Dari kawasan Asia Australia: berupa rilis data GDP q/y China pada Senin pagi; kemudian pengumuman BOJ Policy Rate pada Rabu pagi yang diperkirakan bertahan di level negative rate -0.10%.

 

Pasar Forex

Minggu lalu di pasar forex, mata uang dollar terjungkal di akhir minggu dengan para trader mengalihkan fokus ke agenda pertemuan the Fed minggu berikutnya ini yang diperkirakan akan mempertahankan suku bunganya, dimana indeks dolar AS secara mingguan melemah ke 95.80. Sementara itu, pekan lalu Euro terhadap dollar terpantau menanjak ke 1.1406. Untuk minggu ini, nampaknya euro akan berada antara level resistance pada 1.1489 dan kemudian 1.1569, sementara support pada 1.1284 dan 1.1269.

Poundsterling minggu lalu terlihat melompat ke level 1.3194 terhadap dollar. Untuk minggu ini pasar berkisar antara level resistance pada 1.3257 dan kemudian 1.3297, sedangkan support pada 1.2830 dan 1.2669. Untuk USDJPY minggu lalu berakhir melemah tipis ke level 109.53.  Pasar di minggu ini akan berada di antara resistance level pada 111.40 dan 122.59, serta support pada 106.61 serta level 105.13. Sementara itu, Aussie dollar terpantau menguat terbatas ke level 0.7181. Range minggu ini akan berada di antara resistance level di 0.7273 dan 0.7393, sementara support level di 0.6826 dan 0.6666.

 

Pasar Saham

Untuk pasar saham kawasan, pada minggu lalu di regional Asia umumnya menguat mengikuti sentimen positif dari rally di Wall Street, walaupun muncul ketidakpastian baru pada negosiasi perdagangan AS – China. Indeks Nikkei secara mingguan terpantau menguat ke level 20790. Rentang pasar saat ini antara level resistance di level 21330 dan 21870, sementara support pada level 18945 dan lalu 18255. Sementara itu, Indeks Hang Seng di Hong Kong minggu lalu berakhir menguat ke level 27554. Minggu ini akan berada antara level resistance di 28012 dan 28567, sementara support di 26826 dan 26163.

Bursa saham Wall Street minggu lalu terpantau menguat, di antaranya terpicu berita deal sementara untuk penghentian partial shutdown pemerintah AS, dimana Dow membukukan gain 5 minggunya yang pertama sejak Agustus lalu. Indeks Dow Jones secara mingguan menguat ke level 24722.92, dengan rentang pasar berikutnya antara resistance level pada 25090 dan 25975, sementara support di level 23699 dan 22649. Index S&P 500 minggu lalu melemah tipis ke level 2664,12, dengan berikutnya range pasar antara resistance di level 2792 dan 2816, sementara support pada level 2570 dan 2347.

 

Pasar Emas

Untuk pasar emas, minggu lalu terpantau melompat ke level 7 bulan tertingginya di akhir pekan oleh dollar yang tergelincir menjelang pertemuan the Fed minggu berikut ini, sehingga harga emas spot melonjak tajam ke level $1303.32 per troy ons. Untuk sepekan ke depan emas akan berada dengan rentang harga pasar antara resistance di $1308 dan berikut $1325, serta support pada $1276 dan $1253.

 

 

Segera mengakhiri bulan pertama di tahun 2019 ini, pasar terpantau cukup fluktuatif di berbagai instrumen investasi. Sebagian investor mungkin menyebutkan bahwa pasar sedang kurang jelas arahnya. Sebagian lagi memandang ini sebagai kesempatan untuk suatu active trading karena dinamika pasar yang lumayan belakangan ini. Tentunya ini semua harus didukung dengan skill dan knowledge yang updated dengan indikator pasar terkini. Bersama vibiznews.com Anda bisa mengembangkan hal-hal tersebut secara optimum. Selamat menuai lebih lagi sukses Anda di tahun ini, pembaca setia Vibiznews!

 

 

Alfred Pakasi/VBN/MP Vibiz Consulting

Editor: Asido

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here