Market Outlook, 4-8 February 2019

767

(Vibiznews – Editor’s Note) – Minggu lalu IHSG di pasar modal Indonesia bergerak menguat, bersamaan dengan perkasanya rupiah, oleh terus mengalirnya dana asing ke pasar uang dan modal Indonesia, sementara bursa kawasan Asia agak variatif seminggu ini di tengah naik turunnya tensi negosiasi dagang AS – China. Secara mingguan IHSG ditutup menguat 0.86% ke level 6,538.638, di sekitar posisi 10 bulan tertingginya. Untuk minggu berikutnya (4-8 Februari 2019), IHSG terlihat masih tetap bertenaga untuk lanjutkan garis uptrend, namun kembali akan sesekali dihadang aksi profit taking, dengan tetap mengacu kepada fundamental bursa kawasan. Secara mingguan, IHSG berada antara resistance level di 6607 dan kemudian 6630, sedangkan support level di posisi 6428 dan kemudian 6302.

Mata uang rupiah secara mingguan menguat signifikan 0.92% ke level 13,940, menduduki posisi juara se Asia, sementara dollar di pasar global melemah dalam prospeknya tahun ini yang suram. Kurs USD/IDR pada minggu mendatang diperkirakan berada dalam range antara resistance di level 14,230 dan 14,488, sementara support di level Rp13,990 dan Rp13,943.

Untuk indikator ekonomi global, pada pekan mendatang ini akan diwarnai sejumlah data ekonomi penting. Secara umum sejumlah agenda rilis data ekonomi global yang kiranya perlu diperhatikan investor minggu ini, adalah:

  • Dari kawasan Amerika: berupa rilis data ISM Non-Manufacturing PMI pada Selasa malam; disambung dengan rilis pidato Fed Chair Powell pada Kamis pagi; berikutnya pidato FOMC Member Bullard pada Jumat malam.
  • Dari kawasan Eropa dan Inggris: berupa rilis data Services PMI Inggris pada Selasa sore; diikuti dengan rilis MPC Official Bank Rate Votes dan Official Bank Rate BOE pada Kamis sore yang diperkirakan bertahan di level rendah 0.75%.
  • Dari kawasan Asia Australia: berupa rilis pengumuman RBA Rate Statement (Australia) pada Selasa pagi yang diperkirakan bertahan di level 1.50%.

 

Pasar Forex

Minggu lalu di pasar forex, mata uang dollar secara umum masih lemah oleh outlook dollar yang diprediksi melemah di tahun ini dengan bersabarnya the Fed terhadap kenaikan suku bunga, dimana indeks dolar AS secara mingguan melemah terbatas ke 95.60. Sementara itu, pekan lalu Euro terhadap dollar terpantau menanjak tipis ke 1.1456. Untuk minggu ini, nampaknya euro akan berada antara level resistance pada 1.1514 dan kemudian 1.1569, sementara support pada 1.1390 dan 1.1284.

Poundsterling minggu lalu terlihat melemah ke level 1.3078 terhadap dollar. Untuk minggu ini pasar berkisar antara level resistance pada 1.3216 dan kemudian 1.3257, sedangkan support pada 1.2830 dan 1.2669. Untuk USDJPY minggu lalu berakhir agak flat ke level 109.50.  Pasar di minggu ini akan berada di antara resistance level pada 111.40 dan 122.59, serta support pada 106.61 serta level 105.13. Sementara itu, Aussie dollar terpantau menguat ke level 0.7247. Range minggu ini akan berada di antara resistance level di 0.7393 dan 0.7483, sementara support level di 0.7077 dan 0.6826.

 

Pasar Saham

Untuk pasar saham kawasan, pada minggu lalu di regional Asia umumnya berakhir mixed di tengah naik turun optimisme dan pesimisme yang berkembang dari negosiasi perdagangan AS – China. Indeks Nikkei secara mingguan terpantau agak mendatar ke level 20780. Rentang pasar saat ini antara level resistance di level 21330 dan 21870, sementara support pada level 18945 dan lalu 18255. Sementara itu, Indeks Hang Seng di Hong Kong minggu lalu berakhir menguat ke level 27873. Minggu ini akan berada antara level resistance di 28567 dan 28656, sementara support di 27312 dan 26826.

Bursa saham Wall Street minggu lalu terpantau menguat, terpicu oleh data lapangan pekerjaan AS yang bertambah melebihi ekspektasi, dimana Dow membukukan gain 6 minggunya yang pertama sejak Agustus lalu. Indeks Dow Jones secara mingguan menguat ke level 25060.58, dengan rentang pasar berikutnya antara resistance level pada 25975 dan 26273, sementara support di level 24321 dan 23699. Index S&P 500 minggu lalu menguat ke level 2706,32, dengan berikutnya range pasar antara resistance di level 2792 dan 2816, sementara support pada level 2616 dan 2570.

 

Pasar Emas

Untuk pasar emas, minggu lalu terpantau merangkak ke level hampir 9 bulan tertingginya di akhir pekan oleh dollar yang suram namun agak tergerus di akhir pekan akrena data tenaga kerja AS yang kuat, sehingga harga emas spot terus menanjak ke level $1317.24 per troy ons. Untuk sepekan ke depan emas akan berada dengan rentang harga pasar antara resistance di $1335 dan berikut $1364, serta support pada $1297 dan $1276.

 

 

Memasuki bulan kedua di tahun 2019 ini, gairah investasi di berbagai pasar tetap terlihat marak. Pasar bergerak tanda bahwa investor sedunia melihat adanya potensi profit untuk perdagangan dan pilihan investasi saat ini. Sementara itu, sebagian investor masih terus berpandangan ini bukan waktu yang pas dengan melihat konsolidasi pasar yang kelihatannya cenderung terjadi. “Takut salah langkah,” demikian pikir mereka. “Fear” atau ketakutan seringkali menjadi faktor penghambat dalam psikologis perdagangan. Acapkali ini sebenarnya gambaran dari ketidaktahuan situasi dan kondisi pasar. Dari pada serba menebak, lebih baik Anda bergabung dengan komunitas membership vibiznews.com. Pasar yang abu-abu akan menjadi terang benderang. Bagi para member, kami sampaikan terimakasih telah tetap bersama dengan kami, partner sukses investasi Anda, pembaca setia Vibiznews!

 

 

Alfred Pakasi/VBN/MP Vibiz Consulting

Editor: Asido

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here