Review Forex 06/02: Dolar AS Rally 5 Hari Berturut Oleh Kekuatan Data Ekonominya

699

(Vibiznews – Forex) – Mengakhiri perdagangan forex hari Rabu beberapa saat lalu pada hari Kamis (7/02), dolar AS berhasil melaju dengan kencang hingga mencetak penguatan dalam 8 hari perdagangan dan menguat terhadap sebagian besar mata uang utama.

Kekuatan dolar mendapat dukungan dari kekuatan ekonominya yang dilaporkan positif sejak akhir pekan lalu data NFP memuaskan, pada perdagangan semalam dipengaruhi rilis data neraca perdagangan AS bulan November yang menunjukkan defisit perdagangan menurun.

Indeks dolar yang menunjukkan menguat 0,33%, pada 96,38, menampilkan kekuatan terhadap sekeranjang mata uang utama. Indeks dolar yang menunjukkan kekuatan dolar AS terhadap semua rival utamanya ditutup pada posisi 96.38 atau menguat sekitar 0,33 persen pada akhir sesi Amerika dari perdagangan sebelumnya. Sebelumnya awal sesi Asia indeks dibuka pada posisi 96.09 dan sempat mencapai posisi tinggi di 96.42 dan terendah di 96.04.

Dolar AS diperdagangkan pada 1,1369 terhadap kurs Euro dalam pair EURUSD, menguat dari penutupan sebelumnya 1,1406, setelah data dari Jerman menunjukkan penurunan pesanan pabrik negara untuk bulan kedua berturut-turut pada bulan Desember dan pada kecepatan yang lebih cepat menentang ekspektasi untuk kenaikan moderat.

Terhadap poundsterling, dolar AS  menguat sekitar 0,1% pada posisi 1,2936 karena ketidakpastian tentang Brexit terus membebani mata uang Inggris tersebut. Demikian terhadap yen Jepang, dolar menguat tipis setelah sejak awal sesi tertekan oleh sentimen kekhawatiran penyelesaian krisis dagang AS-China pasca pidato Presiden Trump di state of union.

Melawan kurs komoditas seperti Aussie dan Loonie, dolar AS juga menguat khususnya terhadap aussie yang anjlok cukup signifikan pasca pengumuman RBA yang membuka pintu bagi kemungkinan penurunan suku bunga karena mengakui risiko ekonomi yang meningkat.

Menurut laporan dari Departemen Perdagangan, defisit perdagangan AS menyempit lebih dari yang diperkirakan pada bulan November. Laporan itu mengatakan defisit perdagangan menurun menjadi $49,3 miliar pada bulan itu, dari $55,7 miliar yang direvisi pada Oktober. Sementara itu, sebuah laporan dari Departemen Tenaga Kerja menunjukkan produktivitas tenaga kerja sektor manufaktur meningkat 1,3% pada kuartal keempat setelah naik 1,1% pada kuartal ketiga.

Dalam pidato State of the Union-nya, Presiden AS Donald Trump mengatakan ia akan mengadakan pertemuan puncak dua hari dengan pemimpin Korea Utara Kim Jong Un di Vietnam pada akhir Februari. Namun dalam pidato tersebut tidak memiliki rincian tentang kemajuan dalam pembicaraan perdagangan AS-China.

 

Jul Allens/ Senior Analyst Vibiz Research Center-Vibiz Consulting Group
Editor: Asido Situmorang 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here