Bursa Asia Akhir Pekan Tergelincir; Pertemuan Trump dan Xi Batal

972

(Vibiznews – Index) Bursa Saham Asia tergelincir pada akhir pekan hari Jumat (08/02) dengan meningkatnya lagi kekhawatiran perang perdagangan AS dan China.

Indeks Hang Seng Hong Kong, yang kembali diperdagangkan setelah hampir sepanjang minggu liburan Tahun Baru Imlek, berakhir turun 0,16 persen pada 27946.32. Saham teknologi China Tencent turun 0,52 persen.

Indeks Nikkei 225 Jepang turun 2,01 persen menjadi ditutup pada 20.333,17 karena Fast Retailing turun 0,5 persen. Topix turun 1,89 persen menjadi ditutup pada 1.539,40. Namun Saham Sony melawan tren penurunan keseluruhan dan melonjak 4,1 persen setelah perusahaan mengumumkan pembelian kembali saham pertamanya sebesar $ 910 juta.

Indeks Kospi Korea Selatan juga tergelincir 1,2 persen untuk menyelesaikan minggu perdagangan di 2.177,05.

Indeks ASX 200 di Australia turun 0,34 persen menjadi ditutup pada 6.071,5. Subindex energi turun 2,63 persen karena saham tok minyak turun karena penurunan harga minyak mentah Kamis.

Saham Santos turun 4,37 persen, Woodside Petroleum merosot 1,67 persen dan Beach Energy turun 9,67 persen.

Harga minyak turun di perdagangan sore pada hari Jumat selama sesi Asia. Kontrak berjangka minyak mentah internasional Brent tergelincir 0,8 persen menjadi $ 61,14 per barel sementara minyak mentah AS jatuh 0,85 persen menjadi $ 52,19 per barel.

Pada hari Kamis, kepercayaan investor berubah karena menjadi jelas bahwa pertemuan perdagangan antara Presiden AS Donald Trump dan Presiden China Xi Jinping tidak akan terjadi sebelum batas waktu Maret yang menentukan.

China dan AS memiliki waktu hingga awal Maret untuk mencapai kesepakatan perdagangan. Jika tidak, AS akan mengenakan tarif tambahan untuk barang-barang China. Sumber itu mengatakan pertemuan antara Xi dan Trump dapat terjadi tak lama setelah batas waktu berlalu, tetapi mencatat kedua belah pihak memiliki banyak pekerjaan di depan mereka. Trump kemudian mengkonfirmasi bahwa dia tidak akan bertemu Xi sebelum batas waktu.

Penasihat ekonomi Gedung Putih Larry Kudlow mengatakan sebelumnya pada hari Kamis bahwa China dan AS masih jauh untuk mencapai kesepakatan perdagangan.

Semalam di Wall Street, indeks Dow Jones Industrial Average turun 220,77 poin menjadi 25.169,53 sementara S&P 500 turun 0,94 persen menjadi 2.706,05. Nasdaq Composite tergelincir sekitar 1,2 persen menjadi 7.288,35.

Analyst Vibiz Research Center memperkirakan untuk perdagangan selanjutnya bursa Asia akan mencermati pergerakan bursa AS yang berpotensi lemah terpicu kekuatiran perang perdagangan AS-China yang muncul kembali.

Asido Situmorang, Senior Analyst, Vibiz Research Center, Vibiz Consulting Group

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here