Harga Gula Putih di London Terjun ke Posisi Terendah 5 Pekan

203

(Vibiznews – Commodity) – Harga gula berjangka  yang diperdagangkan di bursa komoditas internasional ICE yang berakhir hari Selasa (12/02) kembali anjlok untuk gula mentah di bursa New York untuk 3 hari berturut dan terjun ke posisi terendah dalam 1 pekan sedangkan harga gula putih di bursa London terjun ke posisi terendah 5 minggu.

Kelemahan dalam harga minyak mentah dan anjloknya mata uang Real Brasil  membebani harga gula. Dimana harga minyak mentah turun ke level terendah 3-1/2 minggu, yang memotong harga etanol dan mungkin mendorong pabrik gula Brasil mengalihkan lebih banyak tebu ke produksi gula daripada produksi etanol, sehingga meningkatkan pasokan gula.

Demikian juga Real Brasil merosot ke level terendah 2 minggu terhadap dolar, yang mendorong ekspor oleh produsen gula Brasil. Permintaan yang lebih lemah untuk etanol Brasil adalah faktor bearish lain setelah Kementerian Perdagangan Brasil melaporkan Rabu lalu bahwa ekspor etanol Brasil Jan turun 15% y/y menjadi 104 juta liter.

Harga gula mentah akhir perdagangan bursa New York sedang turun  0,04 atau 0,31% pada harga $12,67 per lb untuk kontrak berjangka Maret 2019. Namun untuk harga gula putih kontrak Maret yang terpantau  di bursa London sekarang sedang turun  7,60 atau 2,28% pada harga $326.30.

Tanda-tanda pasokan global yang lebih besar juga negatif untuk harga gula setelah F.O. Licht Selasa lalu mengatakan bahwa penghancuran total tebu di Thailand, produsen gula terbesar ketiga di dunia, naik  22% y/y dari Oktober-Jan menjadi 63,2 MMT.

Selain itu, output gula yang lebih kuat di India, yang diproyeksikan akan melampaui Brazil tahun ini sebagai produsen gula terbesar di dunia, adalah negatif untuk harga setelah Asosiasi Pabrik Gula India melaporkan Senin lalu bahwa produksi gula India selama Oktober-Jan naik  8% y/y pada 18,5 MMT.

Namun gula masih mendapat dukungan dari proyeksi Rabu lalu dari peneliti Marex Spectron bahwa produksi gula Thailand 2019/20 akan turun  15% y/y menjadi 11 MMT karena harga tebu yang lebih rendah mendorong beberapa petani beralih ke tanaman yang lebih menguntungkan

Untuk perdagangan selanjutnya hingga sesi Amerika malam nanti, analis Vibiz Research Center memperkirakan secara teknikal harga gula di ICE New York berpotensi naik  oleh pelemahan dolar AS.

Jul Allens/ Senior Analyst Vibiz Research Center-Vibiz Consulting Group
Editor: Asido Situmorang

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here