Menyasar Milenial, Ini Model Apartemen Coliving di Jakarta

694
The Parc

(Vibiznews – Property) – Segmen pasar milenial dikenal unik. Survey dari Colliers beberapa waktu lalu menunjukkan bahwa salah satu pilihan hunian bagi kaum milenial adalah apartemen. Hal ini karena apartemen dianggap lebih praktis dengan segala fasilitasnya mulai dari kafe hingga tempat pertemuan.

Sementara itu, kelompok ini cenderung mengejar tren gaya hidup dibandingkan berhemat untuk segera memiliki rumah atau hunian. Ini menjadi tantangan bagi para pengembang untuk berinovasi dalam menyediakan pasokan huniannya. Bukan hanya dengan produk properti yang minimalis untuk menekan harga, tetapi juga dengan paket pembayaran yang dimodifikasi dan dibuat menarik dalam jangkauan milenial. Tentunya dengan tetap mengedepankan kebutuhan gaya hidup yang serba praktis.

Satu model dapat dilirik dalam industri ini adalah apartemen The Parc di kawasan Superblok SouthCity yang berlokasi di Cinere. Proyek ini disebut dikembangkan dengan konsep co-living pertama di Indonesia untuk mengakomodir kebutuhan kalangan millenial. Pengembangnya PT Setiawan Dwi Tunggal menjelaskan bahwa pihaknya memiliki program yang bisa meringankan milenial dalam memiliki hunian apartemen, salah satunya adalah dengan menawarkan program ‘Nabung DP’ untuk The Parc Apartemen.

Melalui program ini, milenial hanya perlu mencicil DP 20% sebesar Rp 3,3 jutaan hingga 24 kali. Setelah itu dilanjutkan dengan mencicil KPA sebesar Rp 3 juta per bulan. Artinya dalam satu hari, para calon konsumen hanya perlu menyisihkan dana sebesar Rp 99.000 per hari.

Dalam keterangan kepada media, Direktur Utama PT Setiawan Dwi Tunggal Peony Tang menyatakan, “Untuk secangkir kopi di kafe, atau berbelanja pakaian, kaum milenial harus mengeluarkan biaya sekitar Rp 50.000-Rp 150.000. Kalau sebulan minimal Rp 1,5 juta. Padahal, dengan pengeluaran demikian, selama setahun, kaum milenial sudah mampu membayar DP dan mencicil apartemen seharga Rp 325 juta.”

“Apartemen menjadi pilihan karena kalangan muda saat ini menginginkan tempat tinggal yang dekat dengan aktivitas bisnis, apalagi bila di sekitar apartemen terdapat ruang berbagi kantor (coworking space) yang bisa disewa secara harian atau bulanan,” tambah Peony.

Disebutkan bahwa kaum milenial yang sangat terampil dengan teknologi, cenderung memilih yang serba praktis. Apartemen merupakan solusi bagi gaya hidup yang sudah melekat pada kaum milenial.

The Parc Apartemen terdiri dari tiga tower setinggi 13 lantai yang direncanakan sebanyak 1.701 unit. Tower pertama menyediakan 3 tipe, yakni Studio (22,55 m²), 1 Bedroom (30,06-36,66 m²) dan 2 Bedroom (45,10 m²). Saat ini, The Parc dibandrol dengan harga terjangkau mulai dari Rp 325 juta sampai dengan Rp 700 jutaan per unit.

The Parc, merupakan hunian vertikal pertama yang dikembangkan di kawasan SouthCity seluas 5,5 hektare (ha). Apartemen ini dihadirkan sebagai hunian coliving pertama di Indonesia.

Analis Vibiznews melihat bahwa “co-living” sendiri dapat disebut sebagai tren gaya hidup baru perkotaan dengan fokus pada komunitas dan kenyamanan. Sebagai bagian dari komunitas, para penghuni saling berbagi dalam ruang (space) dan selenggarakan acara secara bersama. Lalu di akhir hari kembali ke unit apartemen yang privat. Fasilitas kepraktisan diharapkan tersedia lengkap, termasuk concierge, internet cepat, pembersihan unit, program kebersamaan, sampai keanggotaan gym.

Kemampuan pengembang untuk menangkap gaya hidup terkini milenial perkotaan itu merupakan nilai tambah. Akan tambah menarik lagi dengan fasilitas pembiayaan yang diperingan. Contohnya, di atas itu: Nabung DP.

 

Alfred Pakasi/VBN/MP Vibiz Consulting Group

Editor: Asido

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here