Market Outlook, 4-8 March 2019

875

(Vibiznews – Editor’s Note) – Minggu lalu IHSG di pasar modal Indonesia bergerak fluktuatif dan akhirnya melandai, dari konsolidatif lalu turun naik, sementara bursa kawasan Asia terakhirnya menanjak dalam progres positif negosiasi perdagangan AS – China. Secara mingguan IHSG ditutup agak flat -0.02% ke level 6,499.884. Untuk minggu berikutnya (4-8 Maret 2019), IHSG kemungkinan masih agak tertahan di fase konsolidasi, namun kemudian berpotensi menanjak kembali menembus 6500, dengan tetap mengacu kepada fundamental bursa kawasan. Secara mingguan, IHSG berada antara resistance level di 6581 dan kemudian 6630, sedangkan support level di posisi 6374 dan kemudian 6302.

Mata uang rupiah secara mingguan melemah 0.36% ke level 14,115, sementara dollar di pasar global cenderung volatile antara dilepasnya sebagai safe haven lalu kembali diburu karena data ekonomi AS yang positif. Kurs USD/IDR pada minggu mendatang diperkirakan berada dalam range antara resistance di level 14,158 dan 14,230, sementara support di level Rp13,890 dan Rp13,832.

Untuk indikator ekonomi global, pada pekan mendatang ini akan diwarnai sejumlah data ekonomi penting. Secara umum sejumlah agenda rilis data ekonomi global yang kiranya perlu diperhatikan investor minggu ini, adalah:

  • Dari kawasan Amerika: berupa rilis data ISM Non-Manufacturing PMI pada Selasa malam; disambung dengan rilis ADP Non-Farm Employment Change pada Rabu malam; berikutnya data Non-Farm Employment Change dan Unemployment Rate pada Jumat malam; diakhiri dengan pidato Chairman the Fed Powell pada Sabtu pagi.
  • Dari kawasan Eropa dan Inggris: berupa rilis pidato BOE Governor Carney pada Selasa malam; diikuti dengan rilis Main Refinancing Rate ECB pada Kamis sore yang diperkirakan bertahan di level sangat rendah 0.00%.
  • Dari kawasan Asia Australia: berupa rilis RBA Rate Statement pada Selasa pagi yang diperkirakan bertahan di level 1.50%; dilanjutkan dengan rilis pidato RBA Governor Lowe pada Rabu subuh, serta data GDP q/q Australia pada Rabu pagi.

 

Pasar Forex

Minggu lalu di pasar forex, mata uang dollar secara umum fluktuatif dengan menguat di akhir pekan oleh rilis yang positif pada pertumbuhan ekonomi beberapa negara maju termasuk AS, dimana indeks dolar AS secara mingguan melemah ke 96.45. Sementara itu, pekan lalu Euro terhadap dollar terpantau menguat tipis ke 1.1364. Untuk minggu ini, nampaknya euro akan berada antara level resistance pada 1.1514 dan kemudian 1.1569, sementara support pada 1.1234 dan 1.1214.

Poundsterling minggu lalu terlihat menguat ke level 1.3201 terhadap dollar. Untuk minggu ini pasar berkisar antara level resistance pada 1.3348 dan kemudian 1.3471, sedangkan support pada 1.2967 dan 1.2772. Untuk USDJPY minggu lalu berakhir menguat ke level 111.89.  Pasar di minggu ini akan berada di antara resistance level pada 113.70 dan 114.03, serta support pada 110.36 serta level 109.56. Sementara itu, Aussie dollar terpantau melemah ke level 0.7079. Range minggu ini akan berada di antara resistance level di 0.7294 dan 0.7393, sementara support level di 0.7057 dan 0.6992.

 

Pasar Saham

Untuk pasar saham kawasan, pada minggu lalu di regional Asia berakhir umumnya menguat secara mingguan di tengah perkembangan yang disebut ‘banyak kemajuan’ dalam negosiasi perdagangan AS – China. Indeks Nikkei secara mingguan terpantau menguat ke level 21610. Rentang pasar saat ini antara level resistance di level 21870 dan 22695, sementara support pada level 20850 dan lalu 20305. Sementara itu, Indeks Hang Seng di Hong Kong minggu lalu berakhir melemah terbatas ke level 28760. Minggu ini akan berada antara level resistance di 29095 dan 29373, sementara support di 27502 dan 27312.

Bursa saham Wall Street minggu lalu terpantau umumnya menguat, dengan S&P 500 disebut membukukan awal tahun terbaiknya sejak tahun 1991, oleh laporan banyaknya kemajuan dalam perundingan negosiasi perdagangan AS – China. Indeks Dow Jones secara mingguan melemah tipis ke level 26020.72, dengan rentang pasar berikutnya antara resistance level pada 26273 dan 26535, sementara support di level 24878 dan 24321. Index S&P 500 minggu lalu menguat ke level 2803.00, dengan berikutnya range pasar antara resistance di level 2816 dan 2894, sementara support pada level 2681 dan 2616.

 

Pasar Emas

Untuk pasar emas, minggu lalu terpantau tergelincir cukup tajam dengan membukukan loss mingguan terburuk sejak Agustus lalu karena penguatan dollar dan bursa global yang menaikkan minat risk taking di pasar investasi, sehingga harga emas spot melemah tajam ke level $1292.69 per troy ons. Untuk sepekan ke depan emas akan berada dengan rentang harga pasar antara resistance di $1332 dan berikut $1346, serta support pada $1276 dan $1263.

 

 

Variasi pasar konsisten menampakkan dirinya belakangan ini. Sejumlah pasar agak fluktuatif, tapi ada juga indeks saham yang tampil rally, sementara prospek pelambatan ekonomi global masih mengancam. Gejolak pasar kalau kita perhatikan bisa berbentuk volatilitas yang tinggi pada satu periode, dapat juga berupa gelombang naik turun dalam irama yang diwarnai dengan ketidakpastian di periode waktu yang lainnya. Memang demikian situasi dan kondisi pasar. Untuk ambil keuntungan terhadap pasarnya, nampaknya, kitalah yang harus menambahkan pengetahuan dan keahlian (skill) dalam berinvestasi. Bagaimanapun, tidak ada salahnya sama sekali seseorang untuk menambah pengetahuan dan skill. Itu suatu bentuk investasi tersendiri juga. Untuk itu, Anda dapat belajar bersama vibiznews.com. Terimakasih telah tetap bersama dengan kami, partner sukses investasi Anda, pembaca setia Vibiznews!

 

 

 

Alfred Pakasi/VBN/MP Vibiz Consulting

Editor: Asido

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here