Harga Emas Akan Tetap Naik Dalam Jangka Pendek

617

(Vibiznews-Column) Pasar emas memiliki ruangan untuk bergerak lebih tinggi dalam jangka pendek dengan para analis memperkirakan harga emas terdorong kembali keatas $1,300 per ons dengan pasar mencerna berita-berita ekonomi yang mengecewakan diseluruh dunia.

Pasar emas telah merangkak naik kembali dari kerendahan selama 6 minggu setelah apa yang oleh sebagian ekonom digambarkan sebagai ketidak sesuaian yang masif di pasar tenaga kerja AS, dengan ekonomi AS hanya menciptakan 20.000 pekerjaan di bulan Februari.

Emas berjangka pada bulan April terakhir diperdagangkan pada $1,299.90 per ons, naik hampir tidak berubah dari minggu lalu.

Pertumbuhan Ekonomi Global

Angka-angka “employment” AS menutup seminggu data yang mengecewakan diseluruh dunia, yang oleh sebagian analis dikatakan akan berlanjut untuk mendukung emas. Melihat kesekeliling dunia, Cina melaporkan data perdagangan yang lebih lemah daripada yang diperkirkan dan Jerman melaporkan data manufaktur yang mengecewakan juga.

Pada hari Kamis minggu lalu, European Central Bank menurunkan proyeksi mengenai pertumbuhan untuk tahun ini secara signifikan, melihat ekonom Eropa hanya bertumbuh 1.1% pada tahun ini, dibandingkan dengan yang diperkirakan, pertumbuhan sebesar 1.7% pada bulan Desember.

Maxwell Gold, direktur dari investment strategy di Aberdeen Standard Investments mengatakan,”inilah yang diperkirakan pada tahap akhir dari suatu siklus bisnis, kita akan melihat siklus yang berkebalikan di dalam permintaan terhadap emas untuk naik.”

Bill Baruch, presiden dari Blue Line Futures,  mengatakan bahwa dia tetap optimis atas emas karena dia memperkirakan data ekonomi global akan terus berlanjut mengecewakan. Dia menambahkan bahwa aksi yang “dovish” dari ECB bisa jadi merupakan permulaan dari tren yang meningkat diantara bank-bank sentral utama dunia.

ECB bergerak menjadi bersikap  “dovish” secara penuh dan saya pikir banyak orang sekarang sedang berpikir apa yang bank-bank sentral ini lihat di dalam ekonomi yang tidak kita lihat? Sentimen ini baik buat emas,” katanya.

Sekarang ini, pasar tidak memperkirakan akan ada tindakan kebijakan moneter pada bulan Maret dan memandang hanya ada 1% kemungkinan pemotongan tingkat bunga. Namun, sampai pada akhir tahun, ekspektasi pasar telah meningkat menjadi 20% kemungkinan akan terjadi pemotongan tingkat bunga, naik secara signifikan dari kemungkinan nol persen yang diperhitungkan di dalam harga seminggu yang lalu.

Colin Cieszynski, kepala ahli strategi pasar di SIA Wealth Management mengatakan bahwa sementara dia optimis terhadap emas di dalam jangka pendek, dia berpikir Federal Reserve akan tetap bersabar dan tidak akan menyuarakan yang terlalu “dovish” karena penghentian operasi pemerintah selama sebulan pada bulan Januari yang lalu masih mendistorsi sebagian angka.

Dia mengatakan,”Saya pikir kita masih perlu melihat lebih banyak data yang lemah untuk sungguh-sungguh mendorong harga emas naik lebih tinggi, namun saya pikir suatu dolar AS yang sudah mencapai puncaknya bisa mendorong harga emas naik sampai $1,325 dalam beberapa minggu yang akan datang. Untuk mencapai diatas $1,350, kita perlu melihat Federal Reserve berbalik menjadi dovish dan saya pikir mereka tidak siap untuk mengambil langkah tersebut sekarang.”

Dolar AS

Rally di dalam emas datang pada saat dolar AS masih tetap tangguh, diperdagangkan pada level tertinggi sejak pertengahan Desember. Kedepannya, banyak analis telah mengatakan bahwa kekuatan dolar AS menjadi berkurang badainya terhadap emas karena tindakan bank sentral global.

George Milling-Stanley, kepala dari investasi emas di State Street Global Advisors mengatakan,”Ada semacam perlombaan ke dasar diantara bank-bank sentral dunia dengan mereka mencoba menstimulir ekonomi mereka masing-masing. Dia menambahkan bahwa dolar AS kuat, bukan karena ketangguhan yang signifikan di ekonomi domestik, tapi bahwa itu adalah pilihan yang terbaik yang ada. “Saya memandang melewati semua volatilitas jangka pendek ini. Saya melihat atmosfir umum dengan ketidakpastian yang lebih tinggi, lebih banyak volatilitas pasar saham dan dolar AS yang melemah, yang semuanya baik bagi emas, “ kata Miling-Stanley.

Bart Melek, kepala strategi komoditi di TD Securities mengatakan bahwa menguatnya dolar AS akan membuat kenaikan harga emas bisa tertahan dalam jangka pendek. Menurutnya harga emas bisa naik ke $1,315 per ons dalam jangka pendek.

Dia menambahkan bahwa salah satu resiko terhadap emas adalah tekanan inflasi. Melek menjelaskan bahwa pertumbuhan upah dalam bulan laporan “employment” Februari menaikkan kemungkinan the Fed melanjutkan usaha menaikkan tingkat bunga pada tahun ini.

Dia mengatakan,”Saya pikir the Fed tidak akan menaikkan tingkat bunga pada tahun ini, tetapi tekanan inflasi yang lebih tinggi menaikkan resiko bahwa mereka akan harus melakukan sesuatu. Kedepannya harga emas memerlukan lebih banyak data-data yang negatif untuk naik lebih tinggi. Tekanan inflasi yang melemah akan lebih baik bagi emas.”

Jameel Ahmad, kepala strategi matauang global dan riset pasar di FXTM  berkata bahwa bahkan jika dolar AS tetap kuat, emas tetap merupakan asset alternatif yang menarik karena resiko dari perlambatan pertumbuhan global terlalu besar untuk diabaikan. Dia mengatakan,”Saya secara pribadi berpikir bahwa emas akan tetap naik dalam jangka pendek dan menengah, tidak peduli bagaimana performance dolar AS”.

Wall Street & Main Street

Wall Street berubah dari “bearish” menjadi “bullish” mengenai emas, sementara Main Street tetap “bullish”, di dalam survey mingguan Kitco News.

Dari 14 professional pasar yang mengambil bagian di dalam survey Wall Street, 12 partisipan atau 86% menggambarkan diri mereka “bullish” untuk emas dalam jangka pendek. Masing-masing 1 orang atau 7% memandang harga emas akan turun atau netral.

Sementara itu dari 538 responden yang mengambil bagian di dalam polling Main Street online, sebanyak 274 atau 51% memperkirakan harga emas akan naik. Sebanyak 177 atau 33% memprediksi emas akan turun. Sisanya 87 atau 16% melihat harga emas akan “sideways”.

Sean Lusk, Direktur dari Commercial Hedging di Walsh Trading mengatakan bahwa harga emas berjangka bulan April yang rendah di $1,280.80 pada hari Kamis minggu lalu sudah mencapai dasarnya, sebelum pasar akhirnya bangkit kembali. “Kita akan melihat harga emas bergerak naik lebih tinggi. Ada banyak pertanyaan mengenai ekonomi global.” katanya.

Adam Button, Managing Director dari Forex Live mengatakan bahwa emas telah menemukan “support”nya dan keengganan terhadap resiko kemungkinan akan naik pada minggu kedepan ini. “Hal ini akan membuat terus adanya permintaan pembelian untuk emas” katanya.

Colin Cieszynski, kepala strategi pasar di SIA Wealth Management mengatakan bahwa dia “bullish” terhadap emas di dalam jangka pendek namun melihat keuntungan yang terbatas pada jangka menengah. Dia mengatakan bahwa angka nonfarm payrolls yang lemah akan membuat Federal Reserve menahan diri kedepannya, yang akan membatasi menguatnya dolar AS.

Bill Baruch, Presiden dari Blue Line Futures mengatakan bahwa masuk akal untuk memegang emas sekarang karena ekonomi global mulai melemah setelah data perdagangan yang mengecewakan dari Cina dan data manufaktur yang lemah dari Jerman.

Ricky Ferlianto/VBN/Managing Partner  Vibiz Consulting Group

Editor: Asido

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here