Bursa Asia Ditutup Mixed Merespon Pelemahan Industri China dan Brexit

738

(Vibiznews – Index) Pasar Saham Asia Pasifik berakhir mixed pada hari Kamis (14/03) setelah menurunnya pertumbuhan produksi industri China dan semalam anggota parlemen Inggris menolak gagasan meninggalkan Uni Eropa tanpa kesepakatan Brexit.

Indeks Nikkei 225 di Jepang menyerahkan kenaikannya untuk berakhir datar di 21.287,02 sementara indeks Topix turun 0,24 persen menjadi 1.588,29.

Di Korea Selatan, indeks Kospi ditutup naik 0,34 persen pada 2.155,68.

Saham China daratan mundur dengan indeks Shanghai turun 1,2 persen menjadi 2.990,68 sedangkan indeks Shenzhen turun 2,311 persen.

Indeks Hang Seng Hong Kong naik 0,15 persen pada 28851.39.

Data pada hari Kamis menunjukkan pertumbuhan produksi industri China turun ke level terendah 17-tahun dalam dua bulan pertama tahun ini, menurut Reuters. Itu lebih lanjut menunjukkan perlambatan ekonomi di ekonomi terbesar kedua di dunia. Tetapi investasi meningkat seiring pemerintah mempercepat proyek jalan dan kereta api, kantor berita menambahkan.

Beijing telah menjanjikan ratusan miliar dolar dalam pemotongan pajak dan belanja infrastruktur untuk mendukung ekonomi yang lesu.

Indeks ASX 200 Australia ditutup naik 0,3 persen menjadi 6.179,60.

Investor menjadi optimis ketika anggota parlemen Inggris menolak gagasan meninggalkan Uni Eropa tanpa kesepakatan di bawah keadaan apa pun. Awalnya pemerintah Perdana Menteri Theresa May telah meminta Parlemen untuk memilih mengesampingkan Brexit tanpa kesepakatan untuk batas waktu resmi 29 Maret.

Anggota parlemen Inggris akan memilih lagi Kamis malam untuk mencari perpanjangan Pasal 50, yang mengawasi proses penarikan dari Uni Eropa, sehingga memperpanjang tanggal pemisahan melampaui 29 Maret. Uni Eropa harus menyetujui ini dan Inggris akan membutuhkan untuk memberikan alasan yang bagus untuk meminta penundaan semacam itu.

Analyst Vibiz Research Center memperkirakan untuk perdagangan selanjutnya bursa Asia aka upn mencermati pergerakan bursa Wall Street, yang akan mencermati rilis data jobless claim dan data perumahan AS..

Asido Situmorang, Senior Analyst, Vibiz Research Center, Vibiz Consulting Group
SHARE
Previous articleNeraca Perdagangan Februari 2019 Surplus
Next articleHarga Minyak Naik Tertinggi 4 Bulan
Asido is now the Senior Research Economic of Vibiz Research Center and Editor in chief of Vibiznews.com, that makes market analysis (fundamental & technical) and research of the economy and business of Indonesia and globally, as well as other related topics such as capital and money market. He also actively writing hundreds of journals, analytical articles and columns in vibiznews.com.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here