Harga Gula di London Turun Karena Peningkatan Produksi India

174

(Vibiznews – Commodity) – Harga gula mentah berjangka yang diperdagangkan di bursa komoditas internasional ICE New York yang berakhir hari Kamis (14/03) meningkat kembali. Namun harga gula putih di bursa ICE London bergerak lebih rendah.

Harga gula di ICE New York ditutup lebih tinggi setelah harga minyak mentah melonjak ke level tertinggi 4 bulan. Harga minyak mentah yang lebih tinggi menguntungkan harga etanol dan dapat mendorong pabrik gula Brasil mengalihkan lebih banyak tebu ke arah produksi etanol daripada produksi gula, sehingga menghambat produksi gula.

Penurunan harga gula di London dipicu oleh sentimen produksi gula yang besar dari India setelah Negara bagian Maharashtra di India barat, wilayah penghasil gula terbesar kedua di India, menaikkan perkiraan produksi gula 2018/19 menjadi 10,5 MMT dari 9,5 MMT yang diperkirakan bulan lalu.

Selain itu anjloknya mata uang Real Brasil terhadap dolar pada hari Rabu adalah faktor negatif lain untuk harga gula karena Real yang lebih lemah mendorong produsen gula Brasil untuk meningkatkan ekspor.

Harga gula mentah kontrak bulan Mei akhir perdagangan bursa New York ditutup naik  0.03  atau 0,24% pada harga $12,36 per lb. Namun untuk harga gula putih kontrak bulan Mei yang terpantau  di bursa London ditutup turun  0,80  atau 0,24% pada harga $339.30.

Sentimen positif pada perdagangan gula masih ada dari laporan  Unica menunjukkan produksi gula Center-Selatan Brasil pada tahun 2018/19 hingga Februari turun  26,45% y/y menjadi 26,364 MMT dengan persentase tebu dihancurkan untuk produksi gula turun menjadi 35,40% dari 46,84% tahun lalu dan persen tebu yang dihancurkan untuk etanol naik menjadi 64,6% dari 53,16% tahun lalu.

Faktor pendukung lain untuk harga gula adalah pernyataan  dari Asosiasi Pabrik Gula India bahwa produksi gula 2018/19 di India, yang sekarang merupakan produsen gula terbesar di dunia, dapat turun 1,5-2,0 MMT ketika pabrik meningkatkan produksi etanol dengan mengorbankan produksi gula.

Untuk perdagangan selanjutnya hingga sesi Amerika malam nanti, analis Vibiz Research Center memperkirakan  secara teknikal harga gula di ICE New York berpotensi naik kembali oleh kenaikan harga minyak mentah.

 

Jul Allens/ Senior Analyst Vibiz Research Center-Vibiz Consulting Group
Editor: Asido Situmorang
SHARE
Previous articleRekomendasi Forex USDJPY 14 Maret 2019
Next articleLonjakan Ekspor Brasil Membatasi Rebound Harga Kopi Arabika
Jul Allens is Editor in Vibiznews.com and as Senior Commodity Researcher of Vibiz Research Center, that makes market analysis (fundamental & technical) and research of global commodities. Since 2004 he has also active as a national leadership trainer - Vibiz Learning Center

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here