Ekspor Perhiasan Sumbang Indonesia Cetak Surplus Dagang Setelah 5 Bulan Defisit

191

(Vibiznews – Economy) – Perdagangan luar negeri Indonesia akhirnya berhasil mencetak mencatat surplus perdagangan pertama kalinya setelah 5 bulan berturut sejak bulan September 2018 selalu defisit. Sekalipun dari laporan Badan Pusat Statistik hari Jumat (15/03) ekspor menurun di bulan Februari 2019 dibandingkan dengan periode bulan dan juga tahun sebelumnya. Surplus dagang bulan Februari terbentuk oleh menurunnya nilai impor.

BPS melaporkan surplus dagang Indonesia senilai 0,33 miliar dolar AS pada bulan Februari 2019, lebih tinggi dari periode bulan sama tahun sebelumnya dengan defisit 0,05 miliar dolar AS.  Ini adalah surplus perdagangan pertama sejak bulan September tahun lalu, karena impor merosot lebih cepat 13,98 persen dengan juga penurunan ekspor   11,33 persen tahun-ke-tahun.

Indonesia Balance of Trade

Ekspor Februari turun menjadi  12,53 miliar dolar AS yang merupakan  bulan keempat berturut-turut penurunan ekspor dan penurunan tahunan paling tajam sejak Juni 2017. Penurunan ekspor disumbang oleh berkurangnya ekspor produk minyak dan gas merosot sebesar 21,75 persen menjadi  1,09 miliar dolar AS sementara ekspor non-migas turun 10,19 persen menjadi  11,44 miliar dolar AS.

Sebagai catatan, dibulan Februari lalu ada juga ekspor yang meningkat khususnya pada produk tambang tembaga dan timah; perhiasan; pulp dan bahan kimia anorganik. Untuk negara tujuan ekspor meningkat ke negara Malaysia dan Singapura.

Impor merosot secara tak terduga sebesar 13,98 persen dari tahun sebelumnya menjadi USD 12,20 miliar pada Februari, setelah penurunan 2,1 persen  pada bulan sebelumnya yang merupakan penurunan bulan kedua berturut-turut  dan paling rendah sejak Juni 2017. Impor turun dari pembelian minyak dan gas bumi yang turun 30,53 persen dan pembelian non-migas turun 10,89 persen.

Analyst Vibiz Research Center melihat penurunan impor bulan Feburari lalu sebagai  upaya pemerintah untuk mengurangi pembelian sehingga  membantu mengelola defisit neraca transaksi berjalan negara.

Jul Allens/ Senior Analyst Vibiz Research Center-Vibiz Consulting Group 
Editor: Asido Situmorang
SHARE
Previous articleIHSG Jumat Sesi 1 Menguat ke 6451; BOJ Pertahankan Suku Bunganya
Next articleRekomendasi Forex AUDUSD 15 Maret 2019
Jul Allens is Editor in Vibiznews.com and as Senior Commodity Researcher of Vibiz Research Center, that makes market analysis (fundamental & technical) and research of global commodities. Since 2004 he has also active as a national leadership trainer - Vibiz Learning Center

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here