GBP/USD: 3 Perkembangan Politik Brexit Yang Membuatnya Naik

210

(Vibiznews-Forex) Parlemen Inggris telah menolak Brexit yang tanpa kesepakatan pada hari Rabu dengan cara yang lebih tegas daripada yang diinginkan pemerintah. Setelah menolak keluar dengan tanpa kesepakatan, Parlemen sekarang akan menginstruksikan pemerintah untuk meminta perpanjangan waktu untuk Brexit. Ini adalah rencana awalnya, namun beberapa perkembangan yang signifikan membuat suatu perbedaan.

Berikut ini adalah tiga alasan dari kenaikan GBP/USD:

  • Uni Eropa Mempertimbangkan Perpanjangan Waktu Yang Lebih Lama

Menurut laporan dari Brusells, beberapa negara melihat perpanjangan waktu yang singkat sama percumanya dengan Parlemen yang terbagi. Maka, mereka sedang mempertimbangkan perpanjangan waktu yang lama. Laporan sebelumnya menyarankan penundaan selama 21 bulan. Penundaan yang lama membuka pintu untuk tidak ada Brexit samasekali. Skenario yang berbeda dengan hasil yang kemungkinan serupa adalah memaksa Inggris untuk mencabut samasekali Artikel 50 agar supaya bisa menghindari Brexit yang keras, juga menurunkan kemungkinan bahwa Uni Eropa benar-benar ditinggalkan.

  • DUP Mempertimbangkan Mendukung Kesepakatan

Partai Irlandia Utara yang mana pemerintah bergantung dilaporkan bersedia untuk mendukung kesepakatan Brexit dari Perdana Menteri May untuk menghindari resiko kehilangan Brexit samasekali. Laporan ini masih harus dikonfirmasi namun telah mengirim Poundsterling naik lebih tinggi.PM May dilaporkan akan mendapatkan kesempatan terakhir pemungutan suara yang berarti pada hari Rabu, 20 Maret. Pada tanggal 21 Maret, pertemuan tingkat tinggi Uni Eropa akan mendiskusikan perpanjangan terhadap Artikel 50 apabila pemungutan suara yang berarti ini gagal, yang mana “tetap tinggal” menjadi skenario yang paling mungkin.

  • Konservatif Siap Berontak Untuk Tetap Tinggal

Pemungutan suara pada hari Rabu malam menunjukkan bahwa tidak hanya anggota Parlemen bersedia memungut suara melawan pemerintah, para menteri juga bersedia untuk paling tidak abstain dan tidak takut dipecat. Dengan para penganut “tetap tinggal” melawan kembali, ada kemungkinan besar terjadi Brexit yang halus. Partai oposisipun bergerak kearah Brexit yang halus. Partai oposisi Partai Buruh nampaknya berhenti untuk menolak kesepakatan Brexit pemerintah dan bekerja untuk alternative dari Brexit. Rencana yang baru bisa memaksa pemerintah untuk berpikir ulang.

Ricky Ferlianto/VBN/Managing Partner  Vibiz Consulting Group

Editor: Asido

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here