Harga Gula Berjangka New York Tertinggi 1 Pekan, di London Termurah 1 Pekan

514

(Vibiznews – Commodity) – Harga gula mentah berjangka yang diperdagangkan di bursa komoditas internasional ICE New York yang berakhir hari Jumat (15/03) meningkat kembali ke posisi tertinggi 1 pekan. Namun harga gula putih di bursa ICE London bergerak turun ke posisi terendah 1 pekan.

Posisi harga gula mentah di ICE New York bergerak kuat imbas rally dalam harga minyak mentah ke level tertinggi 4 bulan, harga minyak mentah yang lebih tinggi menguntungkan harga etanol dan dapat mendorong pabrik gula Brasil mengalihkan lebih banyak tebu ke arah produksi etanol daripada produksi gula, sehingga menghambat produksi gula.

Faktor penguat harga lainnya datang dari perkiraan dari  Sucden bahwa defisit gula 2019/20 global dapat melebar ke -4 MMT dari defisit -1 MMT yang diperkirakan untuk 2018/19. Sucden memperkirakan produksi gula Thailand 2019/20 dapat turun -11% y/y menjadi 12 MMT setelah pemerintah Thailand memotong subsidi untuk petani gula dan bahwa produksi gula India 2019/20 dapat turun -18% y/y menjadi 26 MMT.

Sentimen positif pada perdagangan gula masih ada dari laporan Unica menunjukkan produksi gula Center-Selatan Brasil pada tahun 2018/19 hingga Februari turun  26,45% y/y menjadi 26,364 MMT dengan persentase tebu dihancurkan untuk produksi gula turun menjadi 35,40% dari 46,84% tahun lalu dan persen tebu yang dihancurkan untuk etanol naik menjadi 64,6% dari 53,16% tahun lalu.

Harga gula mentah kontrak bulan Mei akhir perdagangan bursa New York ditutup naik  0.05  atau 0,40% pada harga $12,41 per lb. Namun untuk harga gula putih kontrak bulan Mei yang terpantau  di bursa London ditutup turun  0,50  atau 0,15% pada harga $338.80.

Pergerakan harga gula tersebut dibayasi oleh kelemahan dalam Real Brasil yang jatuh ke level terendah 3 hari terhadap dolar   yang mendorong produsen kopi Brasil untuk meningkatkan ekspor. Selain itu negara bagian India barat Maharashtra, wilayah penghasil gula terbesar kedua di India, menaikkan perkiraan produksi gula 2018/19 pada hari Rabu menjadi 10,5 MMT dari 9,5 MMT yang diperkirakan bulan lalu.

Untuk perdagangan selanjutnya hingga sesi Amerika malam nanti, analis Vibiz Research Center memperkirakan  secara teknikal harga gula di ICE New York berpotensi naik kembali oleh kenaikan harga minyak mentah.

 

Jul Allens/ Senior Analyst Vibiz Research Center-Vibiz Consulting Group
Editor: Asido Situmorang

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here