Harga Minyak Tertekan Kekuatiran Perlambatan Ekonomi dan Peningkatan Produksi AS

816

(Vibiznews – Commodity) Harga minyak mentah sempat mencapai tertinggi 2019 pada hari Jumat tetapi kemudian mundur karena kekhawatiran tentang ekonomi global dan produksi AS yang kuat.

Harga minyak mentah berjangka West Texas Intermediate (WTI) AS turun 48 sen menjadi $ 58,13 per barel pada 1355 GMT, setelah mencapai tertinggi tahun ini di $ 58,95.

Harga minyak mentah berjangka Brent berada di $ 66,51 per barel, turun 72 sen, dan di bawah puncak 2019 mereka di $ 68,14 yang dicapai pada hari Kamis.

Organisasi Negara-negara Pengekspor Minyak dan sekutu-sekutunya termasuk Rusia, aliansi yang dikenal sebagai OPEC +, setuju tahun lalu untuk memangkas produksi, sebagian sebagai tanggapan terhadap peningkatan produksi serpih A.S.

Para menteri OPEC + akan bertemu pada 17-18 April untuk memutuskan kebijakan produksi.

Badan Energi Internasional mengatakan pada hari Jumat bahwa pasar dapat menunjukkan surplus moderat pada kuartal pertama tahun 2019 sebelum membalik defisit pada kuartal kedua sekitar 0,5 juta barel per hari (bph).

Mencegah kenaikan minyak lebih lanjut telah menjadi kekhawatiran bahwa perlambatan ekonomi yang telah mencengkeram sebagian besar Asia dan Eropa akan mengurangi pertumbuhan permintaan bahan bakar.

Tetapi konsumsi minyak telah bertahan dengan baik sejauh ini. Penggunaan minyak mentah di China, importir terbesar dunia, dalam dua bulan pertama 2019 naik 6,1 persen dari tahun sebelumnya menjadi rekor 12,68 juta barel per hari, data resmi menunjukkan minggu ini.

Analyst Vibiz Research Center memperkirakan harga minyak mentah berpotensi turun dengan kekuatiran perlambatan ekonomi dan peningkatan produksi AS. Harga minyak diperkirakan bergerak dalam kisaran Support $ 57,50-$ 57,00, dan jika harga naik akan bergerak dalam kisaran Resistance $ 58,50-$ 59,00.

Asido Situmorang, Senior Analyst, Vibiz Research Center, Vibiz Consulting Group

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here