Saham Facebook Pangkas Keuntungan Bursa Amerika Wall Street

414

(Vibiznews – Index) – Perdagangan bursa saham Amerika yang ditutup hari Jumat  (15/03)  terpantau kurang arahan karena pergerakan indeks naik turun sepanjang hari sehingga akhirnya indeks berakhir mixed. Sentimen yang menggerakkan pasar selain data penjualan rumah yang mengecewakan, juga mencerna berita terbaru tentang front perdagangan AS-China.

Anjloknya saham kelompok layanan komunikasi yang dipimpin oleh Facebook, mendorong indeks S&P 500 turun 0,1 persen menjadi 2.808,48. Saham Facebook juga membebani Nasdaq, yang akhirnya ditutup turun 0,2 persen menjadi 7.630,91. Namun hanya indeks Dow Jones yang mampu bertahan sehingga ditutup  menguat tipis, hanya naik 0,03 persen pada 25.708.

Untuk data penjualan rumah yang mengecewakan, data penjualan rumah baru turun 6,9 persen pada bulan Januari yang melebihi dari yang diharapkan, dipicu oleh dampak penutupan operasi pemerintah awal tahun ini.

Kemudian investor sedang bergulat dengan berita-berita negosiasi perdagangan yang sedang berlangsung antara China dan AS. Berita pertama menunjukkan China ingin mengaitkan kunjungan kenegaraan resmi ke AS menjadi pengumuman kesepakatan perdagangan. Namun ada juga berita China ingin kesepakatan sepenuhnya diselesaikan sebelum Presiden China Xi Jinping duduk bersama Presiden Donald Trump.

Kemudian berita lainnya, Presiden  Trump lebih suka untuk menutup kesepakatan sendiri dengan Xi Jinping secara langsung. Investor memperkirakan kedua pemimpin akan bertemu di Mar-a-Lago akhir bulan ini karena kedua belah pihak mengklaim kemajuan sedang dibuat pada negosiasi perdagangan.

Saham Facebook turun 1,9 persen setelah error di seluruh dunia bersama layanan miliknya yaitu Instagram dan WhatsApp. Saham perusahaan media sosial itu juga berada di bawah tekanan setelah The New York Times melaporkan jaksa federal sedang melakukan investigasi kriminal ke dalam transaksi data yang dibuat perusahaan dengan raksasa teknologi lainnya.

Saham Apple naik lebih dari 1 persen setelah Cowen memprakarsai cakupan perusahaan dengan peringkat yang lebih baik dan target harga $220. Cowen mengutip potensi kenaikan jangka panjang dari bisnis layanan Apple.

Saham Snap menguat lebih dari 12 persen setelah analis BTIG Richard Greenfield  yang selama ini  skeptis terhadap perusahaan media sosial, meningkatkan peringkatkan saham untuk membeli pertama kalinya. Kelompok tersebut juga mencatat saham bisa naik 50 persen dalam 12 bulan ke depan.

Karenanya saham sektor teknologi S&P 500 telah ambruk lebih dari 3 persen hingga penutupan Kamis. Sektor ini merupakan sektor dengan kinerja saham terbaik hingga saat ini.

Untuk berita saham yang masuk zona merah lainnya yaitu saham General Electric mengalami naik turun setelah raksasa industri tersebut mengeluarkan pedoman pendapatan yang lebih lemah dari perkiraan untuk 2019. Saham tersebut awalnya turun sekitar 4 persen di premarket sebelum berbalik dan menutup naik 2,8 persen.

Jul Allens/ Senior Analyst Vibiz Research Center-Vibiz Consulting Group
Editor: Asido Situmorang 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here