Market Outlook, 18-22 March 2019

698

(Vibiznews – Editor’s Note) – Minggu lalu IHSG di pasar modal Indonesia bergerak merangkak naik di tiga hari terakhirnya, tertopang data surplus neraca perdagangan serta sentimen bursa kawasan Asia yang juga menanjak setelah BOJ memutuskan pertahankan suku bunganya. Secara mingguan IHSG ditutup menguat 1.22% ke level 6,461.183. Untuk minggu berikutnya (18-22 Maret 2019), IHSG kemungkinan akan melanjutkan rebound-nya menembus ke level 6500, dengan tetap mengacu kepada fundamental bursa kawasan. Secara mingguan, IHSG berada antara resistance level di 6537 dan kemudian 6581, sedangkan support level di posisi 6339 dan kemudian 6302.

Mata uang rupiah secara mingguan menguat 0.22% ke level 14,259, sementara dollar di pasar global terpuruk dalam mingguan terlemahnya di tahun ini. Kurs USD/IDR pada minggu mendatang diperkirakan berada dalam range antara resistance di level 14,380 dan 14,470, sementara support di level Rp14,105 dan Rp Rp13,960.

Untuk indikator ekonomi global, pada pekan mendatang ini akan diwarnai sejumlah data ekonomi penting. Secara umum sejumlah agenda rilis data ekonomi global yang kiranya perlu diperhatikan investor minggu ini, adalah:

  • Dari kawasan Amerika: berupa rilis data FOMC Statement serta pengumuman Federal Funds Rate pada Kamis dini hari yang diperkirakan bertahan di level <2.50%; disambung dengan data Philly Fed Manufacturing Index pada Kamis malam.
  • Dari kawasan Eropa dan Inggris: berupa rilis Parliament Brexit Vote dan CPI y/y Inggris pada Rabu sore; diikuti dengan rilis Official Bank Rate MPC BOE pada Kamis sore yang diperkirakan bertahan di level 0.75%; ditutup dengan data German Flash Manufacturing PMI pada Jumat sore.
  • Dari kawasan Asia Australia: berupa rilis data Monetary Policy Meeting Minutes Australia pada Selasa pagi; dilanjutkan dengan rilis BI7DRR pada Kamis sore yang diperkirakan bertahan di level 6.00%.

 

Pasar Forex

Minggu lalu di pasar forex, mata uang dollar secara umum melemah membukukan loss mingguan tertajamnya di tahun ini karena data ekonomi AS yang lemah, dimana indeks dolar AS secara mingguan melemah ke 96.48. Sementara itu, pekan lalu Euro terhadap dollar terpantau menguat ke 1.1324. Untuk minggu ini, nampaknya euro akan berada antara level resistance pada 1.1419 dan kemudian 1.1514, sementara support pada 1.1176 dan 1.1118.

Poundsterling minggu lalu terlihat menguat ke level 1.3289 terhadap dollar. Untuk minggu ini pasar berkisar antara level resistance pada 1.3379 dan kemudian 1.3471, sedangkan support pada 1.2960 dan 1.2772. Untuk USDJPY minggu lalu berakhir menguat tipis ke level 111.47.  Pasar di minggu ini akan berada di antara resistance level pada 112.14 dan 113.70, serta support pada 110.36 serta level 109.56. Sementara itu, Aussie dollar terpantau menguat terbatas ke level 0.7084. Range minggu ini akan berada di antara resistance level di 0.7294 dan 0.7393, sementara support level di 0.7004 dan 0.6992.

 

Pasar Saham

Untuk pasar saham kawasan, pada minggu lalu di regional Asia berakhir umumnya menguat dengan Bank of Japan (BOJ) yang mempertahankan suku bunganya di level negative rate. Indeks Nikkei secara mingguan terpantau menguat ke level 21465. Rentang pasar saat ini antara level resistance di level 21870 dan 22695, sementara support pada level 20935 dan lalu 20850. Sementara itu, Indeks Hang Seng di Hong Kong minggu lalu berakhir menguat ke level 29012. Minggu ini akan berada antara level resistance di 29095 dan 29373, sementara support di 27502 dan 27312.

Bursa saham Wall Street minggu lalu terpantau umumnya menguat karena para investor optimis dengan perkembangan negosiasi perdagangan AS – China, dengan S&P 500 membukukan gain mingguan terbaiknya sejak November lalu. Indeks Dow Jones secara mingguan menguat ke level 25844.54, dengan rentang pasar berikutnya antara resistance level pada 26236 dan 26535, sementara support di level 24878 dan 24321. Index S&P 500 minggu lalu menguat ke level 2821.97, dengan berikutnya range pasar antara resistance di level 2894 dan 2939, sementara support pada level 2722 dan 2681.

 

Pasar Emas

Untuk pasar emas, minggu lalu terpantau menanjak dengan melemahnya dollar, disertai logam palladium yang mencetak rekor tetingginya karena stimulus ekonomi China, sehingga harga emas spot menguat ke level $1301.66 per troy ons. Untuk sepekan ke depan emas akan berada dengan rentang harga pasar antara resistance di $1332 dan berikut $1346, serta support pada $1276 dan $1263.

 

 

Bagaimana hasil trading investasi Anda? Ada yang bagus, dan ada yang buruk, mungkin. Memang tidak mudah bermain di pasar instrumen investasi ini. Faktanya, sejujurnya, jauh lebih banyak kelompok orang yang mengalami loss ketimbang profit secara konsisten. Mereka yang menang umumnya adalah para professional trader dan investor yang menekuni dan mempelajari pasar dan metodologi untuk mememenangkannya begitu rupa. Bagaimanapun, tidak ada short cut untuk menjadi high gainers. Tapi vibiznews dapat membantu Anda mempercepat proses belajar dan mendampingi saat membutuhkan informasi pasar terkini secara akurat. Untuk diingat, kami ada untuk sukses investasi Anda, pembaca setia Vibiznews!

 

 

 

Alfred Pakasi/VBN/MP Vibiz Consulting

Editor: Asido

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here