Emas Bertahan Ditengah Pemulihan Pasar Saham Global & Naiknya Minat Terhadap Resiko

296

(Vibiznews-Commodity) Dengan mempertimbangkan pemulihan di pasar saham global dan rally yang menghasilkan naiknya sentimen terhadap resiko di pasar, emas bisa dikatakan cukup bertahan baik pada minggu lalu. Bahkan dengan penurunan $13 yang kuat pada hari Kamis, metal berharga kuning mengakhiri minggu lalu dengan sedikit keuntungan.

Emas berjangka bulan April yang paling aktif diperdagangkan naik $6.90 dan diberhenti pada $1302 per ons pada hari Jumat minggu lalu. Perak, Platinum dan Palladium juga diperdagangkan naik pada hari itu. Walaupun kenaikan harga metal berharga dibantu oleh badai yang mengakibatkan melemahnya dolar AS, adalah sentimen “bullish” yang sudah lebih dahulu dominan yang mengakibatkan para trader membeli metal berharga dengan harga yang lebih tinggi pada hari Jumat minggu lalu.

Belakangan ini baik emas dan saham global bergerak naik bersamaan berdasarkan pernyataan yang akomodatif yang dibuat oleh 3 bank sentral yang paling berpengaruh. Bank sentral AS, Uni Eropa dan Cina, semuanya telah memberikan signal kesediaan untuk bertindak mengatasi perlambatan ekonomi global.

Federal Reserve dan bank sentral Eropa kedua-duanya mengindikasikan bahwa mereka tidak akan menaikkan tingkat bunga segera. Uni Eropa telah mengatakan bahwa tidak akan ada kenaikan tingkat bunga sampai akhir tahun dan Federal Reserve telah memberikan signal bahwa mereka akan terus berada pada jalur kesabaran mengenai kenaikan tingkat bunga.

Dalam halnya dengan Cina, mereka siap mengimplimentasikan pemotongan pajak yang besar dan belanja infrastruktur. Sebagaimana yang dilaporkan oleh Reuters pada hari Kamis, “Cina telah berjanji untuk memotong pajak sampi miliaran dolar dan belanja infrastruktur untuk membantu bisnis dan melindungi pekerjaan, dengan momentum ekonomi diperkirakan mendingin lebih jauh karena permintaan domestik yang melemah dan perang dagang dengan AS.”

Minggu lalu berisi ancaman, tindakan dan isu-isu yang memberikan tanda bahaya dan reaksi yang potensial pada minggu ini. Tempat-tempat yang panas meliputi Korea Utara, Inggris, dan Selandia Baru.

Ancaman dari pemimpin Korea Utara dan tindakan yang keji dari suatu kelompok individual di Selandia Baru adalah hal yang paling menyedihkan dan terburuk yang bisa mendukung harga emas.

Sebagaimana yang dilaporkan oleh New York Times pada hari Jumat,”Korea Utara mengancam untuk menghentikan negosiasi dengan pemerintah Trump atas program Nuklirnya dan berkata pemimpin, Kim Jong Un, akan segera memutuskan apakah hendak melakukan test rudal nuklir.”

Secara kolektif faktor-faktor fundamental ini, termasuk sikap yang lebih akomodatif oleh ketiga bank sentral yang paling berkuasa, optimisme akan adanya resolusi terhadap perang dagang AS dengan Cina, munculnya kembali ancaman dari Korea Utara dan Brexit, pastinya akan terus menciptakan sentimen pasar yang “bullish” di pasar saham dan juga emas pada minggu ini.

Secara tehnikal, kenaikan harga emas berikutnya akan berhadapan dengan “resistance” terdekat di $1306 yang apabila tertembus akan bertemu dengan “resistance” berikutnya di $1316 dan $1323. Sebaliknya, penurunan harga emas akan berhadapan dengan “support” terdekat di $1289 yang apabila tertembus akan bertemu dengan “support”berikutnya di $1282 dan $1272.

Ricky Ferlianto/VBN/Managing Partner  Vibiz Consulting Group

Editor: Asido

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here