Merger Deutsche Bank dengan Commerzbank Dapat Mengancam Nasib 30.000 Pekerja

532

(Vibiznews – Banking) – Prospek rencana merger antara Deutsche Bank dengan bank saingannya yang lebih kecil, Commerzbank, disebutkan meresahkan industri perbankan di Jerman dan menimbulkan risiko bagi 30.000 pekerja.

Namun kesepakatan itu pun hanyalah drama terbaru yang menghantam bank berusia 150 tahun itu, setelah serangkaian kerugian, pertarungan eksekutif di dewan direksi, serta juga denda miliaran dolar sebelum ini, demikian dilansir dari The Guardian Senin (18/3).

Bila berhasil merger ini akan menciptakan bank terbesar kedua di Eropa, setelah HSBC, dan mewujudkan visi CEO Deutsche Bank, Christian Sewing, untuk memperkuat bisnis retail banking-nya. Sementara sejumlah saingannya, termasuk Commerzbank, mulai mengurangi operasi investment banking setelah gejolak finansial 2008, Deutsche Bank tetap tidak terpengaruh – setidaknya sampai tahun lalu.

Sewing mulai mengambil alih posisi pimpinan pada April tahun lalu setelah Deutsche Bank menggeser CEO orang Inggrisnya John Cryan, yang mengawasi tiga tahun berturut-turut kerugian finansial bank. Bos baru itu tidak membuang-buang waktu dengan membuat perubahan besar-besaran, termasuk mengurangi lebih dari 7.000 tenaga kerja investment banking-nya.

CEO baru ini menekankan bahwa bank masih memiliki sejumlah ambisi global. Namun, kreditur besar ini telah menderita pukulan dalam reputasi internasional pada beberapa tahun terakhir.

Deutsche, seperti bank bank investasi lainnya, telah membayar miliaran dollar denda dan penyelesaian yang berkaitan dengan aktivitas pada era jatuhnya perbankan di tahun 2008, termasuk manipulasi suku bunga dan kasus fraud dalam penjualan mortgage-backed securities.

Bank Jerman ini belakangan juga telah menjadi sorotan karena menjadi salah satu kreditur terbesar bagi kerajaan bisnis Trump.

Deutsche baru-baru ini melaporkan laba bersih satu tahun yang pertamanya sejak 2014, tetapi tonggak bersejarah itu tidak menahan Sewing untuk suatu perubahan. Selama akhir pekan, Deutsche Bank dan Commerzbank mengkonfirmasi mereka telah melakukan perundingan merger, mengakhiri spekulasi berbulan-bulan atas realisasi deal ini.

Tetapi para pengamat banyak yang skeptis bahwa merger ini akan merupakan perbaikan cepat (quick fix) untuk permasalahan bank ini. Analis di Barclays memperingatkan bahwa sementara “status quo tidak akan bertahan dalam jangka panjang” untuk Deutsche Bank, ikatan baru dengan Commerzbank bukanlah jalan pintas.

“Penggabungan dengan Commerzbank dapat mewujudkan beberapa sinergi dalam biaya” dan memperkuat posisi bank di Jerman, kata Barclays. “Namun demikian, hal ini dapat menimbulkan risiko eksekusi yang signifikan dan manfaatnya mungkin belum akan terlihat dalam beberapa tahun.”

Sementara langkah itu disebut-sebut sebagai jalan menuju profitabilitas yang lebih besar bagi bank bermasalah ini, serikat pekerja telah memperingatkan bahwa merger bisa membahayakan nasib 30.000 pekerjaan, demikian dikutip dari The Guardian (18/3).

Analis Vibiz Research Center melihat bahwa umumnya dalam aksi merger salah satu isyu sensitif adalah apakah merger ini akan mengurangi tenaga kerja? Sebab, rasionalnya adalah dengan penggabungan korporasi akan ada sejumlah duplikasi pekerjaan dan posisi, sehingga perlu ada pemangkasan karyawan demi efisiensi perusahaan baru ini.

Hal berikut yang perlu dilihat, apakah benar dengan merger ini akan menimbulkan sinergi baru yang kuat dan karenanya menaikkan nilai perusahaan hasil merger? Masalahnya, tidak sedikit juga merger yang gagal, misalnya justru menurunkan harga saham perusahaan. Contoh klasiknya, dengan tingkat kerugian yang besar, adalah merger AOL dengan Time Werner di tahun 2000, sehingga di tahun 2009 perusahaan merger ini bercerai.

Bagaimana dampak dari rencana merger Deutsche Bank dengan Commerzbank ini? Kita akan lihat lagi perkembangan selanjutnya.

 

Alfred Pakasi/VBN/MP Vibiz Consulting

Editor: Asido

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here