Sudah Lahir Decacorn Pertama Indonesia: Go-Jek

909

(Vibiznews – Business) – Lembaga riset CB Insights dalam laporan The Global Unicorn Club, merilis bahwa valuasi platform digital asal Indonesia Go-Jek disebutkan sudah tembus 10 miliar dollar AS (Rp 141 triliun), dan karenanya layak disebut sebagai decacorn pertama dari Indonesia.

CB Insights dalam rilis terbarunya menempatkan Go-Jek di posisi ke-19, di bawah pesaingnya Grab, yang valuasinya tercatat sebesar 11 miliar dollar AS. Sedangkan, Uber masih berada di posisi teratas dengan nilai total $72 miliar.

Go-Jek, yang didirikan oleh Nadiem Makarim, telah berhasil mendapatkan suntikan modal dari sejumlah perusahaan skala global, termasuk di antaranya: Google, Tencent Holdings, Temasek Holdings, Astra International dan Meituan Dianping.

Pada tahun 2018, Go-Jek berhasil menghimpun dana hingga 1,5 miliar dollar dari sejumlah investor, dan di awal tahun 2019 ini juga berhasil meraih dana tambahan 1 miliar dollar AS.

Memiliki modal besar, Go-Jek sudah melakukan ekspansi yang gencar sejak tahun lalu, seperti ekspansi ke sejumlah negara di Asia Tenggara dan mengoptimalkan layanan pembayaran digital melalui fitur Go-Pay. Selain di Indonesia -dengan penetrasi di 167 kota- Go-Jek juga telah hadir di Vietnam, Singapura, dan Thailand. Tidak berhenti di situ, Go-Jek dikabarkan sedang bersiap ekspansi ke Malaysia, Myanmar, dan Kamboja.

Dalam laporan The Global Unicorn Club tercatat juga dua perusahaan startup Indonesia yang masuk daftar sebagai unikorn, yakni Tokopedia dengan valuasi 7 miliar dollar dan Traveloka dengan valuasi sekitar 2 miliar dollar AS.

Analis Vibiz Research Center melihat bahwa ini suatu prestasi bagi aplikasi ride-hailing asli asal Indonesia yang didirikan pada Oktober 2010. Kejelian seorang Nadiem Makarim yang waktu itu sehari-harinya merupakan konsumen ojek dalam melihat kebutuhan, tantangan dan peluang pada transportasi di tengah kemacetan kota Jakarta, akhirnya berbuah menjadi decacorn. Ini yang pertama di Indonesia, dan yang kedua di se-Asia Tenggara. Berikutnya, mungkin akan menyusul Tokopedia.

 

Alfred Pakasi/VBN/MP Vibiz Consulting

Editor: Asido

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here