Emas Didukung Oleh Probabilita Turunnya Tingkat Bunga, Tapi Ditekan Sentimen “Risk-On”

561

(Vibiznews-Column) Walaupun permintaan emas kurang bersemangat pada akhir minggu lalu dengan para investor kembali melompat ke pasar saham, sebagian analis mencatat bahwa para investor tidak menyerah dengan metal kuning karena akan mendapatkan dukungan berkelanjutan dari kebijakan moneter AS yang “dovish”.

Dukungan Dari Kenaikan Tingkat Bunga AS

Hari Jumat minggu lalu, Federal Reserve dipukul oleh lebih banyak tekanan politik dengan Presiden Donald Trump terus mengkritik kebijakan moneter bank sentral AS ini. Di dalam pernyataannya kepada reporter, Trump mengatakan bahwa Federal Reserve harus memangkas tingkat bunga dan mengimplementasikan langkah “quantitative easing”.

Trump mengatakan,”Saya pikir mereka harusnya menurunkan tingkat bunga. Saya pikir mereka benar-benar membuat kita menjadi melambat. Tidak ada inflasi dalam hal quantitative tightening. Seharusnya sekarang adalah waktunya quantitative easing

Bill Baruch, president dari Blue Line Futures, mengatakan bahwa komentar Trump menggaris bawahi mengapa investor harus terus melihat kepada peluang untuk membeli di pasar emas.

Dengan mengesampingkan tekanan politik, Baruch berkata bahwa sulit bagi the Fed untuk menahan pemotongan tingkat bunga nantinya pada tahun ini dengan kelemahan ekonomi global membebani ekonomi AS.

“Saya pikir ada alasan mendasar untuk memegang emas pada tahun ini dan tahun depan dengan tingkat bunga menurun, tidak menaik. Anda akan perlu melihat pergerakan fundamental yang drastic di pertumbuhan ekonomi global untuk mendapatkan imbal hasil kembali diatas 3% dan itu tidak akan terjadi begitu saja,” katanya.

Baruch menambahkan bahwa dia terus merekomendasikan untuk membeli emas di saat turun sepanjang harga tetap diatas $1,280 per ons.

Chantelle Schieven head of research at Murenbeeld & Co mengatakan bahwa dia pikir komentar Trump mengenai kebijakan moneter dan Federal Reserve adalah baik untuk emas karena hal itu menambah kelingkungan ketidakpastian geopolitik.

Terlepas dari komentar Trump, Schieven mengatakan bahwa investor tidak bisa mengabaikan bertumbuhnya antisipasi dari pemotongan tingkat bunga nantinya pada tahun ini. Sekarang ini CME FedWatchTool menghitung kemungkinan dari kenaikan tingkat bunga pada akhir tahun adalah lebih dari 50%.

Schieven mengatakan bahwa bertumbuhnya ekspektasi ini akan terus mendukung harga emas di dalam jangka panjang.

Tekanan Dari Mental “Risk-On”

Banyak komentar yang positip keluar dari Washington vis-à-vis Presiden Trump pada minggu lalu. Menurut Presiden Trump, kelihatannya negosiasi antara Amerika Serikat dengan Cina telah membuat kemajuan yang substansial.

Para trader dan investor masih memiliki mental “risk-on” yang lebih tajam setelah berita bahwa Presiden Trump membuat pernyataan positip Kamis sore minggu lalu mengenai persetujuan perdagangan AS-CINA yang akan dicapai dalam empat minggu kedepan.

Bersamaan dengan pernyataan Trump, Larry Kudlow, Director of the United States Economic Council  juga menggambarkan gambaran yang optimis mengenai negosiasi tersebut. “Kita membuat kemajuan dibanyak area. Hal itu termasuk enforcement, termasuk pencurian IP (Intelectual Property), termasuk transfer tehnologi yang dipaksakan, kepemilikan, cyberspace, komoditi dan semua dari sisanya. Itu semua tentu saja di dalam pertengahan dari negosiasi yang sedang berlangsung, tapi kita telah berjalan jauh dan lebih jauh daripada yang pernah terjadi sebelumnya,” menurut Reuters.

Berita ekonomi yang positip yang datang dari Cina telah membantu menaikkan minat investor dan trader akan resiko yang mana bekerja melawan metal “safe-haven”.

Sikap para trader dan investor umumnya masih optimis, yang adalah “bullish” bagi pasar saham dunia dan masih menjadi elemen “bearish” bagi metal “safe-haven”

Wall Street & Main Street

Menurut survey emas mingguan Kitco News, Wall Street dan Main Street memandang emas akan naik minggu kedepan.

Dari 13 profesional pasar yang mengambil bagian di survey Wall Street, 7 partisipan atau 54% menggambarkan emas akan “bullish” pada minggu kedepan. Ada 3 suara masing-masing atau 23% yang mengatakan “bearish” atau dan “sideways”.

Sementara, dari 534 responden yang mengambil bagian di dalam polling online Main Street, sebanyak 239 pemberi suara, atau 45% memandang emas akan naik. 191 yang lain atau 36% memprediksi emas akan turun dan sisa 104 suara atau 19% melihat pasar emas akan “sideways”.

Phil Flynn, senior market analyst di Price Futures Group, mengatakan bahwa emas seharusnya naik. “Kami memegang support kunci pada minggu ini dan memperkirakan permintaan fisik akan meningkat.”

Dia menunjukkan bahwa inflasi inti tetap tenang dan berkomentar bahwa Federal Reserve kemungkinan tidak akan menaikkan tingkat bunga bahkan dengan angka “employment” AS yang kuat.

Daniel Pavilonis, senior commodities broker di RJO Futures juga memandang emas untuk bangkit dari level “support” yang bertahan disekitar kerendahan minggu lalu.

Afshin Nabavi, “head of trading” pada trading house MKS (Switzerland) SA, juga memandang emas akan naik.

Nabavi mengatakan,”Dengan isu geopolitik di seluruh dunia, dan test baru-baru ini di $1,280 an pada hari Kamis minggu lalu, saya hanya bisa tetap bullish dan memandang tembusnya diatas level $1,295 dan $1,300 akan mendorong harga emas ke ketinggian baru-baru ini di $1,345.”

Ricky Ferlianto/VBN/Managing Partner  Vibiz Consulting

Editor: Asido

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here