IHSG Kamis Lanjut Terkoreksi 1% ke 6410; Bursa Asia Variatif

237

(Vibiznews – IDX) – Dalam perdagangan bursa saham, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada penutupan pasar Kamis sore ini (11/04) terpantau kembali melemah 1,05% atau -68,159 poin ke level 6.410,167 setelah dibuka turun ke level 6.468,256. IHSG masih terperangkap di area konsolidasi dengan bias negatif, sementara bursa kawasan Asia berakhir variatif memerhatikan arah pasar dengan adanya kesepakatan baru untuk penundaan Brexit.

Sementara itu, nilai tukar rupiah terhadap dollar Amerika Serikat (AS) sore ini terpantau balik menguat 0,11% ke level Rp 14.135, dengan dollar AS di pasar uang Eropa tertekan ke 2 minggu terendahnya oleh rilis minutes dari the Fed yang menegaskan kebijakan yang dovish. Rupiah menguat dibandingkan posisi penutupan perdagangan sebelumnya di Rp 14.150.

Mengawali perdagangannya, IHSG tampak turun 10,070 poin atau 0,16% ke level 6.468,256. Indeks LQ45 turun 2,446 poin atau 0,24% ke level 1.021,682. Siang ini di penutupan sesi pertama IHSG melemah 51,06 poin (0,79%) ke level 6.427,266. Sedangkan indeks LQ45 turun 11,3 poin (1,1%) ke level 1.012,82.

IHSG kemudian terus melayang di zona merah, dan di akhir sesi ditutup merosot 1,05% atau -68,159 poin ke level 6.410,167. Indeks LQ45 turun 16,163 poin (1,58%) ke level 1.007,965. Hari ini sembilan dari sepuluh sektor tampak mengalami pelemahan. Sektor yang mencatat penurunan tertinggi adalah sektor manufaktur yang merosot 1,68%, diikuti sektor consumer goods yang turun 1,46%.

Tercatat sebanyak 135 saham naik, 249 saham turun dan 137 saham stagnan. Perdagangan saham termasuk moderat dengan frekuensi perdagangan saham tercatat 396.662 kali transaksi sebanyak 18,53 miliar lembar saham senilai Rp 9,32 triliun.

Sementara itu, bursa regional sore ini terlihat umumnya variatif, di antaranya Indeks Nikkei yang menanjak 0,11% dan Indeks Hang Seng yang turun 0,93%.

Sejumlah saham yang masuk jajaran top losers antara lain Pakuwon (PWON) -5,41%, Indofood (INDF) -5,36%, Semen Indonesia (SMGR) -4,55%, dan Charoen Pokphand (CPIN) -4,25%.

 

Analis Vibiz Research Center melihat pergerakan bursa kali ini tertahan di area konsolidasinya dengan bias negatif, nampaknya ini menjelang momentum pilpres, sementara bursa regional Asia melemah juga sembari memerhatikan arah pasar dengan adanya kesepakatan pembicaraan Brexit. Berikutnya IHSG kemungkinan masih bias negative dalam area konsolidasinya, dengan tetap mengacu kepada fundamental bursa kawasan. Resistance mingguan saat ini berada di level 6.525 dan 6.537. Sedangkan bila menemui tekanan jual di level ini, support ke level 6.391, dan bila tembus ke level 6.339.

 

 

Alfred Pakasi/VBN/MP Vibiz Consulting Group

Editor: Asido

 

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here