Bursa Asia Akhir Pekan Dominan Positif; Pasar China Melemah

1121

(Vibiznews – Index) Bursa Saham Asia sebagian besar naik pada akhir pekan hari Jumat, dengan pasar China tergelincir bahkan ketika data perdagangan resmi menguat.

Saham China Daratan lebih rendah pada hari itu, dengan indeks Shanghai turun sedikit di bawah garis datar ke 3.188,63 dan indeks Shenzhen turun 0,106 persen menjadi 1.738,52.

Sedangkan indeks Hang Seng Hong Kong naik 0,24 persen pada 29909.76, dengan saham Tencent dan AIA jatuh.

Pergerakan itu terjadi setelah rilis angka perdagangan resmi China untuk bulan Maret, dengan ekspor dan surplus perdagangan keseluruhan datang jauh lebih tinggi dari yang diperkirakan.

Pasar Asia lainnya yang ditutup sebelum rilis data mengalami kenaikan, dengan indeks Nikkei 225 di Jepang naik 0,73 persen menjadi 21.870,56, dengan saham Fast Retailing melonjak 7,89 persen. Indeks Topix turun sedikit ke 1,605.40.

Di Korea Selatan, indeks Kospi naik 0,41 persen menjadi ditutup pada 2.233,45 dengan saham Samsung Electronics naik 1,30 persen.

Indeks ASX 200 di Australia bertambah 0,85 persen menjadi 6.251,30, dengan hampir semua sektor bergerak maju.

Di depan perdagangan AS-China, The Wall Street Journal melaporkan Kamis bahwa China setuju untuk membuka sektor cloud-computing untuk perusahaan asing dalam upaya untuk memperlancar kesepakatan dengan AS.

Laporan itu menyusul Menteri Keuangan Steven Mnuchin mengatakan kepada CNBC pada hari Rabu bahwa Washington dan Beijing telah “cukup setuju pada mekanisme penegakan hukum” ketika sebuah kesepakatan tercapai. Dua kekuatan ekonomi telah berusaha untuk mencapai kesepakatan di tengah pertarungan perdagangan yang berlarut-larut.

Sementara itu, Wakil Ketua Federal Reserve AS Richard Clarida mengatakan kepada CNBC pada hari Kamis bahwa para pejabat di bank sentral tidak melihat perlunya untuk memindahkan suku bunga di kedua arah saat ini.

Komentar Clarida datang sehari setelah FOMC merilis risalah dari pertemuan Maret, di mana The Fed menyesuaikan perkiraannya untuk tidak ada pergerakan suku bunga tahun ini. Risalah mencerminkan bank sentral yang akan mengawasi data tahun ini, dengan beberapa anggota membiarkan peluang kenaikan suku bunga jika kondisi terus membaik.

Analyst Vibiz Research Center memperkirakan untuk perdagangan selanjutnya bursa Asia akan melihat pergerakan bursa Wall Street, yang akan mencermati data Michigan Consumer Sentiment April yang jika terealisir melemah akan menekan bursa Wall Street.

Asido Situmorang, Senior Analyst, Vibiz Research Center, Vibiz Consulting

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here