Market Outlook, 15-20 April 2019

701

(Vibiznews – Editor’s Note) – Minggu lalu IHSG di pasar modal Indonesia bergerak tertekan ke bawah area konsolidasinya, sementara bursa kawasan Asia cenderung variatif menantikan kinerja laporan keuangan para emiten. Secara mingguan IHSG ditutup melemah 1.05% ke level 6,405.866. Untuk minggu berikutnya (15-18 April 2019), dengan ada 2 hari libur termasuk Pemilu, IHSG kemungkinan akan mencoba menanjak bertahap mengingat semakin mendekati area oversold, dengan tetap mengacu kepada fundamental bursa kawasan. Secara mingguan, IHSG berada antara resistance level di 6525 dan kemudian 6537, sedangkan support level di posisi 6391 dan kemudian 6339.

Mata uang rupiah terhadap dollar AS secara mingguan menguat 0.49% ke level 14,093, di minggu keduanya, sementara dollar di pasar global melemah di 2 minggu terendahnya vs euro. Kurs USD/IDR pada minggu mendatang diperkirakan berada dalam range antara resistance di level 14,310 dan 14,335, sementara support di level Rp14,079 dan Rp Rp13,960.

Untuk indikator ekonomi global, pada pekan mendatang ini akan diwarnai sejumlah data ekonomi penting. Secara umum sejumlah agenda rilis data ekonomi global yang kiranya perlu diperhatikan investor minggu ini, adalah:

  • Dari kawasan Amerika: berupa rilis pidato anggota FOMC Evans pada Senin malam; disambung dengan rilis Core Retail Sales m/m dan Philly Fed Manufacturing Index pada Kamis malam; berikutnya data Building Permits pada Jumat malam.
  • Dari kawasan Eropa dan Inggris: berupa rilis data Average Earnings Index 3m/y Inggris pada Selasa sore; diikuti dengan rilis CPI y/y Inggris pada Rabu sore serta pidato Gubernur BOE Carney pada Rabu malam; ditutup dengan data German Flash Manufacturing PMI dan Retail Sales m/m Inggris pada Jumat sore.
  • Dari kawasan Asia Australia: berupa rilis data GDP q/y China pada Rabu pagi; disambung dengan rilis Unemployment Rate Australia pada Kamis pagi.

 

Pasar Forex

Minggu lalu di pasar forex, mata uang dollar secara umum melemah di level 2 minggu terendahnya terhadap euro oleh kembalinya preferensi risiko di pasar, dimana indeks dolar AS secara mingguan melemah ke 96.94. Sementara itu, pekan lalu Euro terhadap dollar terpantau menguat ke 1.1298. Untuk minggu ini, nampaknya euro akan berada antara level resistance pada 1.1331 dan kemudian 1.1447, sementara support pada 1.1183 dan 1.1176.

Poundsterling minggu lalu terlihat menguat terbatas ke level 1.3068 terhadap dollar. Untuk minggu ini pasar berkisar antara level resistance pada 1.3268 dan kemudian 1.3379, sedangkan support pada 1.2960 dan 1.2772. Untuk USDJPY minggu lalu berakhir menguat ke level 112.02.  Pasar di minggu ini akan berada di antara resistance level pada 112.14 dan 112.66, serta support pada 110.84 serta level 109.72. Sementara itu, Aussie dollar terpantau melemah tipis ke level 0.7173. Range minggu ini akan berada di antara resistance level di 0.7207 dan 0.7294, sementara support level di 0.7004 dan 0.6992.

 

Pasar Saham

Untuk pasar saham kawasan, pada minggu lalu di regional Asia berakhir umumnya variatif sembari menantikan rilis kinerja laporan keuangan korporasi emiten. Indeks Nikkei secara mingguan terpantau menguat ke level 21860. Rentang pasar saat ini antara level resistance di level 21870 dan 22695, sementara support pada level 20910 dan lalu 20850. Sementara itu, Indeks Hang Seng di Hong Kong minggu lalu berakhir melemah ke level 29910. Minggu ini akan berada antara level resistance di 31221 dan 31540, sementara support di 28532 dan 28422.

Bursa saham Wall Street minggu lalu terpantau cenderung menguat oleh dimulainya rilis sejumlah laporan keuangan emiten yang terlihat positif. Indeks Dow Jones secara mingguan melemah ke level 26405.97, dengan rentang pasar berikutnya antara resistance level pada 26535 dan 26947, sementara support di level 25573 dan 25250. Index S&P 500 minggu lalu menguat ke level 2906.59, dengan berikutnya range pasar antara resistance di level 2916 dan 2939, sementara support pada level 2851 dan 2784.

 

Pasar Emas

Untuk pasar emas, minggu lalu terpantau berakhir stabil oleh fluktuasi dollar dan gain yang tertahan dengan penguatan bursa saham, sehingga harga emas spot tampak stabil dengan melemah tipis ke level $1290.16 per troy ons. Untuk sepekan ke depan emas akan berada dengan rentang harga pasar antara resistance di $1323 dan berikut $1346, serta support pada $1280 dan $1276.

 

“Ketidakpastian pasar” telah menjadi hal “normal” di pasar investasi belakangan ini. Ini sebagian ditingkahi oleh situasi geo-politik dan kondisi perekonomian global yang dirundung kesuraman. Ada orang berpikir pada periode ini tidak baik untuk berinvestasi di pasar modal atau pasar uang. Lebih baik yang ke sektor riil saja, demikian pemikirannya. Sebenarnya, tidak harus demikian. Kalau kita cukup paham karkater pasar ini, akan selalu ada peluang di dalamnya. Beberapa pasar terpantau malah sempat rally belakangan ini. Untuk memenuhi pemahaman pasar yang lebih baik, mari bergabung dengan komunitas membership vibiznews.com. Ada banyak teman di sana yang “melek investasi”. Perkenankan disampaikan terima kasih bagi Anda yang telah berjalan bersama kami, partner sukses investasi Anda, pembaca setia Vibiznews!

 

Bagi pembaca kami sampaikan selamat mencoblos pada Pemilu 17 April 2019 nanti. Lalu, bagi yang memperingatinya, perkenankan juga disampaikan Selamat Hari Raya Jumat Agung dan Paskah! Kiranya Tuhan memberkati bangsa dan kita sekalian.

 

 

 

Alfred Pakasi/VBN/MP Vibiz Consulting

Editor: Asido

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here