Dolar AS, Cina & Data Ekonomi AS: Kunci Penentu Naik-Turunnya Harga Emas Jangka Pendek

552

(Vibiznews-Column) Harga emas kemungkinan bergerak naik dalam jangka pendek dengan metal kuning mengalami pemulihan setelah kejatuhan yang besar yang terjadi pada hari Kamis, menurut para analis.

Harga “metal berharga” jatuh 0.32% pada minggu lalu, dengan kerugian terbesar terjadi pada hari Kamis, ketika metal berharga jatuh 1.5%.

Kabar baiknya adalah emas telah menemukan pijakannya, dengan harga emas diperkirakan “rebound” sedikit dalam jangka pendek.

Bart Melek, kepala strategi global dari TD Securities mengatakan kepada Kitco News bahwa emas sedang naik sedikit karena telah mengalami penurunan yang kuat dari tepat diatas $1,310 ke kerendahan $1,289.

Dolar AS & Cina Adalah Kunci Kedepan

Ada beberapa pemicu positip yang masih diperlukan emas untuk bereaksi, termasuk turunnya dolar AS, menurut Melek. Setelah rally yang kuat di saham, minat terhadap resiko kemungkinan akan turun kembali. “Dolar AS telah bereaksi terhadap data Cina yang kuat. Sekali antusiasme di Amerika Utara mulai meredup, turunnya dolar AS akah menolong emas naik.” Katanya.

Mark McCormick, kepala strategi FX di TD Securities North American meneguhkan dengan mengatakan bahwa semakin stabil Cina semakin besar kemungkinan turunnya dolar AS.

McCormick menyatakan,”Inci se inci Cina mulai memberikan cerita yang konkrit dengan bukti-bukti kestabilan. Data-data Cina yang mengejutkan nampaknya melampaui Amerika Serikat sekarang.”

Pada hari Jumat minggu lalu, dolar AS bereaski terhadap data pinjaman dan uang dan ekspor Cina yang kuat.

Kepala di BBH Global Currency Strategy Win Thin berkata bahwa Ekspor Cina diperkirakan naik 6.5% y/y dan kenyataannya melompat 14.2% y/y. Pinjaman Yuan yang baru melompat  sebanyak CNY1.69 triliun, sementara pembiayaan agregat melompat sebanyak CNY 2.9 triliun. Bottom line nya adalah bahwa langkah-langkah stimulus sebelumnya sedang bekerja dengan efektif di perekonomian negara ini.”

Data Makro Ekonomi AS

Data ekonomi AS juga sangat penting di dalam pergerakan harga emas kata analis, menunjuk kepada sejumlah rilis data yang akan keluar yang bisa memicu pergerakan yang besar dari harga metal.

Ahli strategi pasar senior RJO Futures, Phil Streible mengatakan, “Emas nampaknya bereaksi atas dasar bahwa the Fed tergantung kepada data dan sebagian dari data telah membenarkan untuk menaikkan tingkat bunga lagi.”

Data-data ekonomi yang akan keluar adalah penjualan eceran AS, data perumahan, Empire State Manufacturing, the Beige Book, dan produksi industri (Lihat: Outlook Penggerak Pasar Forex Minggu Ini)

Bagi investor emas, angka-angka perumahan AS – housing start dan building permits – adalah angka yang krusial untuk diperhatikan.

Streible mengatakan,”Jika data perumahan lebih lemah daripada yang diperkiraka, kita akan melihat the Fed akan menjadi lebih berhati-hati mengenai tingkat bunga. Mereka tidak ingin membuat pasar perumahan keluar dari rel.”

Angka penjualan eceran juga bisa memberikan pengaruh yang besar atas emas tambah Melek, menyatakan bahwa segala sesuatu yang lebih kuat daripada konsensus pasar akan mencegah emas dari menembus rentang harganya sekarang ini.

Namun, jika pasar gagal mendapatkan kenaikan yang besar di dalam penjualan eceran, emas akan menikmati keuntungan dan para trader bisa melihat kenaikan harga emas ke $1,306 dan kemudian $1,330, jelas Melek.

Wall Street & Main Street

Wall Street terbelah dalam mengenai arah harga emas dalam jangka pendek, sementara Main Street tetap “bullish”, menurut survey mingguan Kitco News.

Dari 16 profesional pasar yang mengambil bagian di dalam survey Wall Street, baik kelompok “bullish” maupun “bearish” sama-sama memberikan 6 suara atau 38%. Sementara 4 suara yang lain atau 25% melihat harga emas akan bergerak “sideways” atau netral.

Dari 568 responden yang mengambil bagian di dalam polling online Main Street, sebanyak 299 suara atau 53% memandang emas akan naik. 170 atau 30% memprediksikan emas akan turun. Sisanya 99 suara atau 17% memandang pasar emas “sideways”.

Bob Haberkorn, senior commodities broker di RJO Futures mengatakan,”Saya pikir kita akan melihat kenaikan harga emas pada minggu ini, khususnya setelah aksi jual pada hari Kamis minggu lalu.”

Dia berkata bahwa tidak kelihatan ada berita yang signifikan dibelakang aksi jual pada hari Kamis minggu lalu, sementara berita-berita belakangan ini tentang berlanjutnya pembelian emas oleh bank sentral Cina adalah konstruktif untuk emas.

Adrian Day, chairman dan chief executive officer dari Adrian Day Asset Management, juga mengatakan naik.

“Emas telah mempertahankan harga dasarnya di $1,280 an dan terus melawan penurunan selanjutnya. Ini berdasarkan dolar AS yang tidak bisa menembus resistance diatasnya. “ Kata Day. “Kami tidak berpikir bahwa dolar AS akan turun tajam dengan segera, namun kenaikannya jelas terbatas dan rentan terhadap setiap berita-berita dolar yang negatif, seperti memburuknya perekonomian AS atau turunnya pasar saham. Federal Reserve sementara menjaga pintu pilihan tetap terbuka, jelas telah mengakhiri program pengetatannya.”

Sementara, Charlie Nedoss, senior market strategist di LaSalle Futures Group, memandang emas akan melemah lebih jauh. Dia menunjukkan secara tehnikal bahwa pada hari Kamis minggu lalu, emas berjangka bulan Juni ditutup dibawah garis “moving average” 10, 20 dan 100 hari.

Colin Cieszynski, chief market strategist di SIA Wealth Management, mengatakan, ”Saya tetap bearish terhadap emas pada minggu ini. Secara tehnikal, tren turun muncul di emas. Dengan berkurangnya resiko politik dan volatilitas pasar dan mengalirnya berita-berita ekonomi/penghasilan perusahaan yang bagus, emas dan assets safe-haven lainnya bisa tidak disukai dalam jangka pendek.”

Level Yang Harus Diperhatikan

Melek menunjukkan bahwa emas kemungkinan tidak akan jatuh lebih jauh dari levelnya sekarang ini.

Dia mengatakan,”Emas berada pada daerah yang dibawah. Saya tidak melihat adanya alasan fundamental mengapa emas harus menembus lebih turun lagi. Ada support yang kuat disekitar moving-average 100 hari, yang adalah disekitar $1,288 yang apabila tertembus akan menuju level $1,267. Apabila naik, $1,306 merupakan yang paling mungkin dicapai, namun apabila berhasil ditembus akan menuju ke level berikutnya di $1,330.”

Ricky Ferlianto/VBN/Managing Partner  Vibiz Consulting

Editor: Asido

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here