Harga Kopi Arabika Manis Kembali Setelah Pahit Dalam 13-1/2 Tahun

233

(Vibiznews – Commodity) – Harga kopi Arabika berjangka di bursa komoditas internasional New York pada penutupan perdagangan Selasa (16/04) bangkit  dari posisi terburuk sepanjang sejarah kontrak berjangka. Namun untuk harga kopi Robusta di bursa ICE London naik ke posisi tertinggi sepekan.

Kenaikan harga kopi Arabika menghapus kerugian awal sesi dan ditutup lebih tinggi setelah kekuatan di real Brasil terhadap dolar memicu aksi bargain hunting. Real Brasil yang lebih kuat terhadap dolar menghambat penjualan ekspor oleh produsen kopi Brasil.

Faktor positif untuk kopi robusta adalah data Rabu lalu dari Departemen Umum Bea Cukai Vietnam yang menunjukkan ekspor kopi Jan-Mar Vietnam turun 13,3% y/y menjadi 488.648 MT. Faktor pendukung untuk kopi arabika adalah ramalan Marex Spectron Jumat lalu bahwa pasar kopi global 2019/20 akan meluncur ke defisit  1,6 juta kantong dari surplus kantong 8,0 juta di 2018/19.

Harga kopi arabika untuk kontrak paling besar yaitu Mei 2019 bursa New York  ditutup naik 1  poin atau 1,11% dari posisi perdagangan sebelumnya pada posisi $91.40 per lb.  Sedangkan harga kopi robusta kontrak bulan Mei ditutup naik 23 poin atau 1,66% dari  perdagangan  sebelumnya  pada $1406 per ton.

Akhir pekan lalu harga kopi arabika merosot ke terendah baru 13-1/2 tahun  Jumat lalu dan harga kopi robusta Mei jatuh ke terendah 3-tahun Kamis lalu karena  pasokan berlimpah. ICO pada 4 April menaikkan estimasi surplus kopi global 2018/19 menjadi 3,1 juta kantong dari perkiraan sebelumnya 2,29 juta kantong.

Untuk perdagangan selanjutnya hingga akhir sesi Amerika esok hari, analis Vibiz Research Center memperkirakan harga kopi arabika akan terpangkas kembali oleh terpangkasnya kekuatan Real Brasil.

 

Jul Allens/ Senior Analyst Vibiz Research Center-Vibiz Consulting  
Editor: Asido Situmorang

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here