Harga Minyak Masih Tertekan Sentimen Produksi AS dan Rusia

632

(Vibiznews – Commodity) Harga minyak masih tertekan pada hari Selasa (16/04), terbebani ekspektasi persediaan AS yang lebih tinggi dan kekhawatiran tentang kesediaan Rusia untuk tetap melakukan pemotongan pasokan yang dipimpin OPEC.

Analis rata-rata memperkirakan pasokan minyak mentah AS naik 1,9 juta barel pekan lalu, kenaikan keempat beruntun. Laporan penimbunan pertama pekan ini dijadwalkan pada pukul 2030 GMT dari American Petroleum Institute.

Harga minyak mentah berjangka West Texas Intermediate (WTI) AS naik 6 sen menjadi $ 63,46.

Harga minyak mentah berjangka Brent, turun 12 sen menjadi $ 71,06 per barel pada 0801 GMT.

Sementara pengurangan pasokan yang dipimpin OPEC telah mendorong Brent lebih dari 30 persen tahun ini, keuntungan telah dibatasi oleh kekhawatiran bahwa perlambatan pertumbuhan ekonomi dapat melemahkan permintaan bahan bakar.

Minyak juga turun pada hari Senin setelah komentar dari Rusia menimbulkan kekhawatiran pakta pemotongan pasokan yang dipimpin OPEC mungkin tidak diperpanjang. Rusia dan kelompok produsen dapat memutuskan untuk meningkatkan produksi untuk memperjuangkan pangsa pasar dengan Amerika Serikat, kata kantor berita TASS seperti yang disampaikan Menteri Keuangan Anton Siluanov.

Organisasi Negara-negara Pengekspor Minyak dan produsen lain termasuk Rusia, aliansi yang dikenal sebagai OPEC +, telah memangkas produksi sejak 1 Januari. Mereka memutuskan pada Juni apakah akan melanjutkan pengaturan.

Analyst Vibiz Research Center memperkirakan harga minyak mentah berpotensi lemah dibayangi peningkatan pasokan AS dan kekhawatiran Rusia tidak melanjutkan pemotongan produksi yang dipimpin OPEC. Namun sentimen pengetatan pasokan, seperti sanksi AS terhadap Iran dan Venezuela menjadi pembatas kerugian. Harga minyak diperkirakan bergerak dalam kisaran Support $ 63,00-$ 62,50, dan jika harga naik akan bergerak dalam kisaran Resistance $ 64,00-$ 64,50.

Asido Situmorang, Senior Analyst, Vibiz Research Center, Vibiz Consulting

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here