Harga Minyak Mentah di Asia Masih Terpukul Ancaman Rusia

218

(Vibiznews-Commodity) – Harga minyak mentah  yang diperdagangkan di sesi Asia hari Selasa (16/04)  turun kembali setelah seorang menteri Rusia mengatakan negaranya dan OPEC dapat meningkatkan produksi minyak mentah untuk memerangi produksi Amerika Serikat untuk pangsa pasar.

Harga minyak acuan internasional berjangka atau  minyak mentah Brent berada di posisi $71 per barel  yang  turun 18 sen atau 0,25 persen  dari penutupan perdagangan sebelumnya. Demikian juga harga minyak mentah berjangka West Texas Intermediate (WTI) AS berada di $63,32 per barel yang turun 8 sen atau 0,13 persen  dari penyelesaian sebelumnya.

Menteri Keuangan Rusia Anton Siluanov mengatakan pada akhir pekan lalu bahwa Rusia dan OPEC dapat memutuskan untuk meningkatkan produksi untuk memperjuangkan pangsa pasar dengan Amerika Serikat, tetapi ini akan mendorong harga minyak serendah $40 per barel.

Ada kekhawatiran yang berkembang bahwa Rusia tidak akan menyetujui perpanjangan pemotongan produksi pada pertemuan OPEC bulan Juni untuk memutuskan apakah akan melanjutkan menahan pasokan.

Produksi minyak serpih yang membengkak di Amerika Serikat juga telah membantu mengendalikan harga patokan minyak mentah. Output minyak mentah AS dari tujuh formasi shale utama diperkirakan akan naik sekitar 80.000 barel per hari di bulan Mei ke rekor 8,46 juta barel per hari, menurut laporan EIA.

Namun kerugian harga minyak dibatasi  oleh pasokan yang lebih ketat dari Iran dan Venezuela di tengah tanda-tanda Amerika Serikat akan semakin memperketat sanksi pada dua produsen OPEC, dan pada ancaman bahwa pertempuran baru dapat menghapuskan produksi minyak mentah di Libya.

Untuk perdagangan selanjutnya, analyst Vibiz Research Center memperkirakan harga minyak WTI selanjutnya akan menemui posisi support di 63.14 – 62.60. Namun jika terjadi pergerakan positif kembali akan mendaki ke posisi resisten 63.87 – 64.22.

 

Jul Allens/ Senior Analyst Vibiz Research Center-Vibiz Consulting  
Editor: Asido Situmorang

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here