GBP/USD Tertekan Karena Inflasi Inggris Meleset Dari Yang Diperkirakan

311

(Vibiznews-Forex) GBP/USD diperdagangkan disekitar 1.3050, turun dari level yang lebih tinggi. Inflasi Inggris tetap berada pada 1.9%, dibawah daripada yang diperkirakan.

CPI umum di Inggris turun, kebanyakan disebabkan oleh jatuhnya harga minyak. Kenaikan baru-baru ini di dalam harga energi diproyeksikan akan mendorong inflasi menjadi 2.2 y/y. CPI inti juga diperkirakan untuk meningkat dari 1.8% menjadi 1.9%.

Belakangan ini arus berita-berita mengenai Brexit sedikit karena istirahat Paskah di parlemen Inggris. Namun, pembicaraan mengenai lambatnya kemajuan di dalam pembicaraan lintas partai dan anggota-anggota parlemen untuk mengadakan pemungutan suara atas pakta “customs union” Uni Eropa mendapatkan perhatian pasar.

Dari sisi ekonomi, “Claim Count Change” yang lebih tinggi daripada yang diperkirakan dan penghasilan rata-rata yang lemah tanpa memperhitungkan bonus dari Inggris dikonfrontasi dengan “Industrial Production” AS yang jatuh ke -0.1% dibandingkan dengan +0.2% yang diperkirakan.

Secara tehnikal, kenaikan GBP/USD akan berhadapan dengan “resistance” terdekat di 1.3105 yang apabila tertembus akan lanjut ke 1.3130 dan akhirnya 1.3200. Sebaliknya penurunan dari pasangan matauang ini akan berhadapan dengan “support” terdekat di 1.3030 yang apabila berhasil ditembus akan lanjut ke 1.2970 dan akhirnya 1.2950.

Ricky Ferlianto/VBN/Managing Partner  Vibiz Consulting

Editor: Asido

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here