Harga Minyak Naik Tertinggi 2019; Sanksi AS Semakin Menekan Produksi Iran

478

(Vibiznews – Commodity) Harga minyak mencapai tertinggi tahun 2019 pada hari Senin (22/04), terpicu rencana Amerika Serikat mengumumkan larangan lebih lanjut terhadap ekspor minyak Iran yang semakin memperketat pasokan global.

Amerika Serikat diperkirakan akan mengumumkan pada hari Senin bahwa pembeli minyak Iran perlu segera mengakhiri impor atau menghadapi sanksi, kata sumber yang mengetahui situasi tersebut, membenarkan laporan Washington Post sebelumnya.

Harga minyak mentah berjangka West Texas Intermediate AS naik sebanyak 2,9 persen menjadi $ 65,87, tertinggi sejak 31 Oktober, dan terakhir naik $ 1,51 pada $ 65,51.

Harga minyak mentah berjangka Brent, naik sebanyak 3,3 persen menjadi $ 74,31 per barel, tertinggi sejak 1 November. Itu naik $ 1,94 pada $ 73,91 pada 0847 GMT.

Pada bulan November, AS menerapkan kembali sanksi terhadap ekspor minyak Iran setelah Presiden AS Donald Trump secara sepihak menarik diri dari perjanjian nuklir 2015 antara Iran dan enam kekuatan dunia.

Namun Washington memberikan keringanan kepada delapan pembeli utama Iran yaitu China, India, Jepang, Korea Selatan, Taiwan, Turki, Italia dan Yunani, yang memungkinkan mereka untuk terus melakukan pembelian terbatas selama enam bulan.

Menterli luar negeri AS Mike Pompeo dijadwalkan membuat pengumuman pada hari Senin, kata Washington Post.

Penurunan ekspor Iran akan semakin menekan pasokan di pasar yang telah diperketat melalui sanksi A.S. terhadap Iran dan sesama anggota OPEC Venezuela, ditambah pemotongan sukarela yang dipimpin oleh Organisasi Negara-negara Pengekspor Minyak.

Pengakhiran pengecualian akan memukul pembeli Asia paling keras. Pelanggan minyak terbesar Iran adalah China dan India, yang keduanya telah melobi untuk perpanjangan keringanan sanksi.

Prospek berkurangnya pasokan Iran membawa reaksi hati-hati dari eksportir utama OPEC Arab Saudi, sekutu penting AS dan juga kekuatan pendorong di belakang kesepakatan pemotongan pasokan yang dipimpin OPEC.

Analyst Vibiz Research Center memperkirakan harga minyak mentah berpotensi naik dengan sanksi AS semakin memperketat produksi Iran. Harga minyak diperkirakan bergerak dalam kisaran Resistance $ 66,40-$ 66,90, dan jika harga turun akan bergerak dalam kisaran Support $ 65,40-$ 64,90.

Asido Situmorang, Senior Analyst, Vibiz Research Center, Vibiz Consulting

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here