Poll Reuters: BI Masih Tahan Suku Bunga di April, Kemungkinan Dipangkas Akhir Tahun

413

(Vibiznews – Banking and Economy) – Bank Indonesia diperkirakan akan mempertahankan suku bunga pada hari Kamis ini, demikian jajak pendapat (poll) dari Reuters, meskipun beberapa ekonom mengatakan penurunan suku bunga diperlukan untuk mendorong pertumbuhan ekonomi – dan ada yang melihat kemungkinan pemangkasan bunga di bulan depan.

Ada 23 analis dalam jajak pendapat yang memperkirakan Bank Indonesia (BI) akan mempertahankan 7-Day Reverse Repurchase Rate pada 6,00 persen, yang telah bertahan sejak sejak kenaikan total 175 bp antara Mei dan November 2018 untuk menjaga rupiah yang tertekan pada periode itu, demikian dilansir dari Reuters hari Senin (22/04).

Melambatnya ekonomi global dan terhentinya pengetatan kebijakan Federal Reserve AS telah menggeser ekspektasi pemangkasan suku bunga pada sebagian besar bank sentral di Asia.

Pejabat BI disebutkan telah mencatat bahwa rupiah yang stabil, didukung oleh arus masuk modal yang kuat dan inflasi yang jinak, dapat mendukung kebijakan pelonggaran moneter, namun diperlukan defisit transaksi berjalan yang lebih sempit sebelum dilakukan penurunan suku bunga.

Surplus perdagangan yang mengejutkan pada bulan Februari dan Maret telah membuat beberapa ekonom mengantisipasi adanya siklus pelonggaran moneter.

Reuters menyebutkan bahwa enam dari tujuh analis dalam jajak pendapat memberikan pandangan pada akhir tahun diperkirakan tingkat bunga yang lebih rendah.

Krystal Tan dari ANZ, misalnya, telah memperkirakan adanya dua kali pemangkasan masing-masing sebesar 25-bp.

“Kondisi bagi BI untuk meninggalkan kenaikan suku bunga sebelumnya akhirnya dimulai,” kata Tan.

“Tanda-tanda signal dovish dalam pesan kebijakan BI harusnya membuka pintu untuk langkah (penurunan) secepatnya di Mei, diikuti pada bulan Agustus,” tambahnya dikutip Reuters (22/04).

Ekonom Citibank Helmi Arman mengajukan perkiraan penurunan suku bunga 25 bps di kuartal ketiga, dan di kuartal keempat diperkirakan pengurangan 50 bps lagi.

Akan tetapi, Fitch Solutions – afiliasi riset Fitch Ratings – agak menentang konsensus, dengan menyatakan BI dapat menaikkan suku bunga sebesar 25 bps pada akhir 2019, berdasarkan pada prediksi inflasi yang lebih tinggi oleh pengurangan subsidi pasca pemilu.

 

Analis Vibiz Research Center cenderung sepakat bahwa penurunan tingkat bunga BI-7DRR akan dapat terjadi pada tahun 2019 ini. Akan tetapi, nampaknya tidak secepat pada bulan Mei nanti. Cenderung nampaknya akan terjadi –tercepatnya- pada kuartal ketiga sebesar 25 bp, dan 25 bp berikutnya di kuartal keempat. Alasannya adalah stabilitas gejolak inflasi dan positifnya neraca perdagangan harus terlihat dulu oleh otoritas moneter, setidaknya sampai setelah Lebaran nanti.

 

Yang jelas, umumnya analis pasar perkirakan di minggu ini Bank Indonesia belum akan menaikkan suku bunga 7-Day Repo Rate-nya yang akan diumumkan pada Kamis 25 April ini.

 

Alfred Pakasi/VBN/MP Vibiz Consulting Group

Editor: Asido

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here