Di tengah Perlambatan Perekonomian Global, Stabilitas Sistem Keuangan Terjaga Baik

313

(Vibiznews – Banking & Insurance) – Di tengah perlambatan perekonomian global saat ini, stabilitas sistem keuangan triwulan I 2019 terjaga dengan baik, demikian kesimpulan Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK) berdasarkan hasil pemantauan yang dilakukan olehnya. Kesimpulan tersebut diambil berdasarkan hasil pemantauan lembaga anggota KSSK terhadap perkembangan perekonomian, moneter, fiskal, pasar keuangan, lembaga jasa keuangan, dan penjaminan simpanan.

Pelaksanaan pesta demokrasi yang berlangsung aman dan damai turut meningkatkan kepercayaan publik terhadap SSK, demikian pernyataan Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani saat melakukan konperensi pers, bersama dengan Gubernur Bank Indonesia, Ketua Dewan Komisioner OJK dan Ketua Dewan Komisioner Lembaga Simpanan pada hari Selasa (23/4), demikian dilansir dari Bank Indonesia.

KSSK mencermati beberapa risiko, khususnya yang berasal dari perkekonomian global yaitu pelemahan pertumbuhan ekonomi global dan penurunan volume perdagangan dunia, sebagaimana yang menjadi perhatian dalam Spring Meetings 2019 International Monetary Fund – World Bank. Sedangkan disisi domestik, tantangan yang dihadapi adalah menjaga momentum pertumbuhan ekonomi dengan memacu investasi dan ekspor dengan tetap menjaga stabilitas sistem keuangan.

Merespons terhadap hal tersebut KSSK terus memperkuat koordinasi kebijakan moneter, fiskal, makroprudensial, mikroprudensial dan penjaminan simpanan untuk menjamin stabilitas ekonomi serta menjaga momentum pertumbuhan ekonomi.

Di bidang moneter, Bank Indonesia akan fokus pada kebijakan suku bunga dan nilai tukar untuk memperkuat stabilitas eksternal perekonomian, khususnya guna mengendalikan defisit transaksi berjalan dalam batas yang aman dan mempertahankan daya tarik asset keuangan domestik.

Di bidang fiskal, kinerja APBN menunjukkan tren positif baik dari sisi pendaptan maupun dari sisi belanja negara. Pemerintah berkomitmen untuk terus mengelola keuangan negara dengan pruden dan transparan. Dengan APBN yang kredibel Indonesia mampu mempertahankan momentum pertumbuhan di tengah perlambatan ekonomi global.

OJK memandang SSK masih terjaga baik baik didukung oleh permodalan dan likuiditas Lembaga Jjasa keuangan (LJK) yang memadai. Kinerja intermediasi LJK tumbuh positif dengan tingkat risiko yang manageable. OJK mendukung peran aktif sektor jasa keuangan untuk mendorong pertumbuhan ekonomi yang sehat dengan tetap memperhatikan prinsip kehati-hatian.

Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) menilai tren kenaikan suku bunga simpanan secara umum sudah melandai dan stabil, sejalan dengan membaiknya kondisi likuiditas perbankan. Selanjutnya LPS juga melakukan pemantauan dari sisi coverage penjaminan baik nominal dan rekening di mana data terakhir dinilai masih memadai untuk mendukung kepercayaan nasabah kepada sistem perbankan.

 

 

Belinda Kosasih/ Partner of Banking Business Services/Vibiz Consulting

Editor : Asido Situmorang

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here