Market Outlook, 6-10 May 2019

663

(Vibiznews – Editor’s Note) – Minggu lalu IHSG di pasar modal Indonesia bergerak tertekan bersama lagi dengan penurunan rupiah, sebagian nampaknya karena situasi politik yang memanas yang membuat investor ambil posisi aman dulu, sementara bursa kawasan Asia masih mixed mencari arah pergerakan dari data tenaga kerja AS. Secara mingguan IHSG ditutup melemah 0.84% ke level 6,319.459. Untuk minggu berikutnya (6-10 Mei 2019), IHSG kemungkinan akan mencoba rebound bertahap karena sudah terdesak di area oversold, dengan tetap mengacu kepada fundamental bursa kawasan. Secara mingguan, IHSG berada antara resistance level di 6516 dan kemudian 6636, sedangkan support level di posisi 6251 dan kemudian 6164.

Mata uang rupiah terhadap dollar AS secara mingguan melemah 0.39% ke level 14,255, sementara dollar di pasar global cukup fluktuatif dan terakhirnya tertekan data tenaga kerja AS. Kurs USD/IDR pada minggu mendatang diperkirakan berada dalam range antara resistance di level 14,310 dan 14,335, sementara support di level Rp14,010 dan Rp13,960.

Untuk indikator ekonomi global, pada pekan mendatang ini akan diwarnai sejumlah data ekonomi penting. Secara umum sejumlah agenda rilis data ekonomi global yang kiranya perlu diperhatikan investor minggu ini, adalah:

  • Dari kawasan Amerika: berupa rilis pidato anggota FOMC Williams pada Senin malam; disambung dengan pidato Chairman the Fed Powell dan rilis PPI m/m pada Kamis malam; berikutnya data Core CPI m/m pada Jumat malam.
  • Dari kawasan Eropa dan Inggris: berupa rilis data ECB Monetary Policy Meeting Accounts pada Rabu sore; diikuti dengan rilis GDP m/m, Manufacturing Production m/m dan Prelim GDP q/q Inggris pada Jumat sore.
  • Dari kawasan Asia Australia: berupa rilis data Caixin Services PMI China pada Senin pagi; disambung dengan pengumuman RBA (Australia) Rate Statement pada Selasa pagi yang diperkirakan dipangkas ke level 1.25%; selanjutnya pengumuman RBNZ (New Zealand) Rate Statement pada Rabu pagi yang diperkirakan bertahan di level 1.75%.

 

Pasar Forex

Minggu lalu di pasar forex, mata uang dollar secara umum terkoreksi terutama setelah rilis pertumbuhan gaji yang terbatas di AS serta taruhan pasar akan adanya pemangkasan suku bunga di akhir tahun, dimana indeks dolar AS secara mingguan melemah ke 97.45. Sementara itu, pekan lalu Euro terhadap dollar terpantau menguat tipis ke 1.1199. Untuk minggu ini, nampaknya euro akan berada antara level resistance pada 1.1264 dan kemudian 1.1323, sementara support pada 1.1109 dan 1.0922.

Poundsterling minggu lalu terlihat menguat ke level 1.3166 terhadap dollar. Untuk minggu ini pasar berkisar antara level resistance pada 1.3268 dan kemudian 1.3379, sedangkan support pada 1.2865 dan 1.2772. Untuk USDJPY minggu lalu berakhir melemah ke level 111.08.  Pasar di minggu ini akan berada di antara resistance level pada 112.40 dan 112.66, serta support pada 110.84 serta level 109.72. Sementara itu, Aussie dollar terpantau melemah tipis ke level 0.7024. Range minggu ini akan berada di antara resistance level di 0.7207 dan 0.7294, sementara support level di 0.6989 dan 0.6981.

 

Pasar Saham

Untuk pasar saham kawasan, pada minggu lalu di regional Asia berakhir umumnya mixed dengan mencari arah pegerakan dari rilis laporan tenaga kerja AS. Indeks Nikkei secara mingguan terpantau masih libur merayakan naik tahtanya Kaisar Naruhito dengan terakhir di level 22185. Rentang pasar saat ini antara level resistance di level 22360 dan 22695, sementara support pada level 21570 dan lalu 20910. Sementara itu, Indeks Hang Seng di Hong Kong minggu lalu berakhir menguat ke level 30081. Minggu ini akan berada antara level resistance di 30280 dan 31221, sementara support di 29504 dan 28532.

Bursa saham Wall Street minggu lalu terpantau agak mixed tetapi menguat di akhir minggunya oleh rilis data turunnya tingkat pengangguran AS ke level terendahnya dalam 50 tahun terakhir. Indeks Dow Jones secara mingguan melemah terbatas ke level 26503.19, dengan rentang pasar berikutnya antara resistance level pada 26691 dan 26947, sementara support di level 26058 dan 25573. Index S&P 500 minggu lalu menguat ke level 2945.16, dengan berikutnya range pasar antara resistance di level 2953 dan 2975, sementara support pada level 2851 dan 2784.

 

Pasar Emas

Untuk pasar emas, minggu lalu terpantau berakhir melemah dengan sempat jatuh di 4 bulan terendahnya tetapi rebound di akhir pekan oleh merosotnya dollar, sehingga harga emas spot melemah ke level $1278.39 per troy ons. Untuk sepekan ke depan emas akan berada dengan rentang harga pasar antara resistance di $1288 dan berikut $1295, serta support pada $1265 dan $1253.

 

Dinamika pasar terus bergerak secara aktif, naik turun di pasar investasi. Dari ancaman pelambatan pertumbuhan ekonomi di kawasan Eropa dan China, Amerika yang sedang berupaya menggeliat, dan seterusnya. Itu yang ramai terjadi dalam pasar financial global. Kalau Anda tidak punya waktu banyak kesempatan untuk mengikuti dan mengartikan pergerakan pasar demikian, Vibiznews.com dapat membantu Anda sepenuhnya serta memanfaatkannya untuk keputusan investasi yang lebih akurat. Terima kasih telah bersama kami karena mengingat kami ada demi sukses investasi Anda, pembaca setia Vibiznews!

 

 

 

Alfred Pakasi/VBN/MP Vibiz Consulting

Editor: Asido

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here