Bursa Amerika Semakin Panas Akibat Serangan Balik China

385

(Vibiznews – Index) – Kondisi bursa saham Amerika awal pekan setelah mengalami perdagangan yang buruk pekan lalu, masih belum mampu untuk bangkit hingga penutupan beberapa saat lalu hari Selasa (14/05) di tengah kekhawatiran pasar tentang perang perdagangan  antara AS dan China.

Tekanan yang dialami hingga membuat indeks Dow jatuh ke penutupan terendah tiga bulan, anjlok 617,38 poin atau 2,4 persen menjadi 25.324,99 dan sempat anjlok hingga 719,86 poin. Sementara itu Nasdaq  merosot ke level penutupan terendah dalam lebih dari sebulan dan kerugian satu hari terbesar tahun ini, anjlok 269,92 poin atau 3,4 persen menjadi 7.647,02 dan sempat anjlok hingga 3,6 persen. Demikian juga dengan indeks  S&P 500 meluncur ke level penutupan terendah sejak awal Januari, 2,4% atau 69,53 poin menjadi 2.811,87

Aksi jual saham di Wall Street terjadi setelah China mengumumkan rencana untuk menaikkan tarif barang-barang AS senilai $60 miliar, mengabaikan peringatan dari Presiden AS Donald Trump. Kenaikan tarif pada total 5.140 produk AS akan mulai berlaku 1 Juni, dengan tarif mulai dari 5 persen hingga 25 persen.

Lihat: China Membalas; Naikkan Tarif Terhadap Barang AS per 1 Juni

China menindaklanjuti janjinya untuk mengambil tindakan perlawanan sebagai tanggapan terhadap kenaikan tarif AS hari Jumat lalu,  meskipun sebelumnya Presiden Trump memperingatkan situasi  hanya akan menjadi lebih buruk  jika China membalas.

“Saya katakan secara terbuka kepada Presiden Xi & semua teman saya di China bahwa China akan sangat tersakiti jika Anda tidak membuat kesepakatan karena perusahaan akan dipaksa meninggalkan Cina ke negara lain. Terlalu mahal untuk membeli barang di China,” Trump lanjutan cuitannya “Kamu punya banyak, hampir selesai, & kamu mundur!”. Inilah kutipan cuitan twitter Presiden AS Donald Trump merespon aksi balasan China tersebut.

Melihat pergerakan sektoral, saham semikonduktor berubah dalam beberapa kinerja terburuk pasar pada hari itu di tengah kekhawatiran tentang dampak meningkatnya sengketa perdagangan antara AS dan China yang tercermin pada  Philadelphia Semiconductor Index anjlok 4,7 persen ke level penutupan terendah dalam lebih dari sebulan.

Kelemahan substansial juga terlihat di antara saham perangkat keras komputer, sebagaimana tercermin oleh penurunan 4,5 persen oleh NYSE Arca Computer Hardware Index dan juga jatuh ke level terendah penutupan lebih dari satu bulan.

Saham-saham layanan minyak juga bergerak turun tajam, menyeret Philadelphia Oil Service Index turun 3,9 persen.  Saham-saham baja, bioteknologi, jaringan dan perbankan juga mengalami pelemahan yang cukup besar di tengah tekanan jual yang luas. Sementara itu, saham emas berada di antara beberapa kelompok yang menahan tren turun, dengan NYSE Arca Gold Bugs Index melonjak sebesar 3,5 persen.

Jul Allens/ Senior Analyst Vibiz Research Center-Vibiz Consulting  
Editor: Asido Situmorang 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here