Bursa Australia dan Shanghai Cetak Untung Ditengah Suramnya Bursa Asia

190

(Vibiznews – Index) – Bursa saham Asia bergerak mixed pada perdagangan hari Kamis (16/05) meskipun ada isyarat positif dari bursa Wall Street semalam setelah laporan media mengindikasikan Presiden AS Donald Trump berencana untuk menunda pengenaan tarif import otomotif hingga enam bulan.

Kekhawatiran tentang ketegangan perdagangan AS-Cina terus membebani sentimen investor di tengah berita bahwa Trump telah menandatangani perintah eksekutif yang menyatakan keadaan darurat nasional dan melarang perusahaan-perusahaan AS menggunakan informasi asing atau teknologi komunikasi dan layanan dianggap sebagai risiko keamanan nasional. Langkah ini terlihat muncul untuk menargetkan raksasa teknologi Cina Huawei.

Saham pembuat mobil di Asia bervariasi merespon sentimen diatas,  dengan saham Hyundai Motor Korea Selatan menguat 0,78% dan Kia Motors melonjak 1,43%. Di bursa Jepang, saham Nissan tergelincir 0,52%, sementara Toyota turun 1,25%.

Bursa saham China Daratan yang melemah di awal perdagangan, kini indeks komposit Shanghai  menguat sekitar 0,3% dan komposit Shenzhen turun 0,208%. Di bursa saham Hong Kong, indeks Hang Seng tergelincir 0,65%.

Indeks Nikkei 225 di bursa saham Jepang yang sempat anjlok 1 persen lebih awal perdagangan, kini turun 0,68% yang dibantu oleh penguatan saham kelas berat  Fast Retailing naik sekitar 0,41%. Saham eksportir utama lebih rendah karena penguatan yen dengan saham Sony kehilangan lebih dari 2 persen, sementara Panasonic dan Mitsubishi Electric masing-masing turun lebih dari 1 persen.

Di bursa saham Korea Selatan, indeks Kospi anjlok cukup signfikan dengan penurunan 0,86% dengan tekanan kuat anjlok parah saham Samsung Electronics dan pembuat chip SK hynix dengan penurunan 1,8 – 2 persen masing-masing.

Sementara itu, perdagangan saham di bursa kawasan Pasifik cetak untung baik bursa saham Australia dan juga bursa New Zealand.  Indeks ASX 200 naik 0,33% karena sebagian besar sektor diperdagangkan lebih tinggi. Saham-saham sektor energy pasca kenaikanharga minyak mentah pimpin kekuatan indeks, serta saham sektor tambang. Indeks NZX di Selandia Baru menguat 0,39%.

Demikian untuk perdagangan bursa saham Indonesia di bursa Jakarta masih lemah, kini indeks harga saham gabungan (IHSG) anjlok 0,12 persen ke posisi 5958.15. Tekanan kuat indeks dipicu oleh anjloknya saham-saham unggulan sektor property  dan aneka industri.

 

Jul Allens/ Senior Analyst Vibiz Research Center-Vibiz Consulting  
Editor: Asido Situmorang 
SHARE
Previous articleIHSG Pagi Bergerak Dibawah Tekanan, Data Ritel AS Dan China Buruk
Next articleRekomendasi Harian Harga Emas 16 Mei 2019
Jul Allens is Editor in Vibiznews.com and as Senior Commodity Researcher of Vibiz Research Center, that makes market analysis (fundamental & technical) and research of global commodities. Since 2004 he has also active as a national leadership trainer - Vibiz Learning Center

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here