Harga Gula di Amerika dan Eropa Turun Karena Real Brasil

287

(Vibiznews – Commodity) – Harga gula mentah berjangka yang diperdagangkan di bursa komoditas internasional ICE New York yang berakhir hari  Rabu (15/05)  ditutup lebih rendah dari puncak 3 hari sebelumnya. Demikian juga untuk  harga gula putih di bursa ICE London ditutup retreat dari puncak tinggi 3 hari pada awal sesi.

Harga gula bergerak lebih rendah  setelah mata uang Real Brasil merosot ke level terendah 7-1/2 bulan terhadap dolar, setelah sebelumnya sempat kuat awal sesi oleh kenaikan  harga minyak mentah.

Harga gula mentah kontrak bulan Juli akhir perdagangan bursa New York ditutup turun  0,09  poin atau 0,75% dari perdagangan sebelumnya pada harga $11,82 per lb. Demikian juga untuk harga gula putih kontrak bulan Agustus yang terpantau di bursa London ditutup turun 2,00  poin atau 0,61% dari perdagangan sebelumnya di 325.70 per lb.

Namun masih ada faktor positif yang mengangkat harga gula  karena prospek defisit gula global tahun kedua yang dilaporkan Peneliti INTL FCStone.  Defisit gula 2019/20 global diperkirakan -5,7 MMT setelah defisit gula 2018/19 global -300.000 MT.

FCStone juga memproyeksikan bahwa produksi gula 2019/20 global akan turun  1,9% y/y menjadi 182,2 MMT karena output gula Thailand 2019/20 turun 8,8% y/y menjadi 13,5 MMT dan output gula India 2019/20 turun 15% y/y hingga 28,6 MMT karena penanaman dan curah hujan di bawah rata-rata.

Untuk perdagangan selanjutnya hingga sesi Amerika malam nanti, analis Vibiz Research Center memperkirakan secara teknikal harga gula di ICE New York dapat naik lagi oleh proyeksi  kekuatan harga minyak mentah.

 

Jul Allens/ Senior Analyst Vibiz Research Center-Vibiz Consulting  
Editor: Asido Situmorang

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here